Guam Jadi Target China, Komandan AS Minta Tambahan Sistem Pertahanan

Rabu, 10 Maret 2021 - 10:52 WIB
loading...
A A A
Davidson mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa menempatkan sistem pertahanan Aegis Ashore di Guam akan menunjukkan kepada China bahwa negara itu tidak dapat menjatuhkan Guam dengan tembakan mudah dan membuat AS keluar dari pertarungan untuk menghadirkan fait completi dalam krisis regional, seperti konflik atas Taiwan.

Proposal Aegis Ashore Davidson adalah bagian dari Prakarsa Pertahanan Pasifik yang lebih luas yang diperkirakan akan membutuhkan dana sekitar USD4,6 miliar pada tahun fiskal 2022 dan USD27 miliar selama lima tahun ke depan karena Pentagon menjadikan persaingan dengan China sebagai prioritas.

Pimpinan Departemen Pertahanan telah berulang kali mengidentifikasi China sebagai "ancaman kecepatan," dan pemerintahan Biden telah memilih China sebagai pesaing Amerika yang paling menantang.

Baca juga: Jenderal Bintang 4 AS: Terancam Rudal China, Guam Butuh Sistem Rudal 360 Derajat

Dalam kompetisi ini, Guam adalah kepemilikan teritorial yang vital. Tidak hanya menjadi rumah bagi lebih dari 170.000 warga AS dan anggota militer, tetapi juga menawarkan akses ke pelabuhan laut dalam, penyimpanan bahan bakar dan amunisi, serta lapangan udara yang untuk proyeksi kekuatan AS. Skuadron kapal selam dan kapal yang melakukan pemeliharaan ditempatkan di sana.

"Hari Amerika dimulai di Guam, dan itu bukan hanya lokasi yang harus kita perjuangkan, tetapi juga harus kita berjuang mengingat ancaman yang kita hadapi dalam waktu dekat dan masa mendatang," kata Davidson kepada anggota parlemen AS.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Prajurit Angkatan Laut...
Prajurit Angkatan Laut AS Tewas Ditembak Temannya di Kapal Induk USS John F Kennedy
Rekomendasi
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved