Biden Putuskan Perpanjang Sanksi Terhadap Iran

Minggu, 07 Maret 2021 - 14:05 WIB
loading...
Biden Putuskan Perpanjang...
Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden telah memutuskan untuk memperpanjang sanksi terhadap Iran, yang berlaku sejak 1995, untuk satu tahun lagi. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden telah memutuskan untuk memperpanjang sanksi terhadap Iran, yang berlaku sejak 1995, untuk satu tahun lagi. Hal itu disampaikan Gedung Putih.

Gedung Putih menuturkan, tindakan dan kebijakan Iran, termasuk proliferasi dan pengembangan misil serta kemampuan senjata asimetris dan konvensional lainnya, jaringan dan kampanye agresi regionalnya, dukungannya untuk kelompok teroris, dan aktivitas jahat Garda Revolusi Iran (IRGC).

"Sebagai penggantinya terus menimbulkan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa bagi keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi AS," kata Gedung Putih.Baca juga: Angkatan Luar Angkasa AS Luncurkan Roket Pertama untuk Pelajari Ionosfer Bumi

"Karena alasan ini, keadaan darurat nasional yang diumumkan pada 15 Maret 1995, harus terus berlaku setelah 15 Maret 2021," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Minggu (7/3/2021).

Keadaan darurat nasional AS sehubungan dengan Iran dideklarasikan pada Maret 1995 oleh mantan Presiden AS, Bill Clinton.Baca juga: F-35 AS Mahal tapi Bermasalah: 'Berhenti Buang Uang ke Lubang Tikus Itu'

Iran sendiri belum memberikan respon atas keputusan pemerintahan Biden untuk memperpanjang sanksi tersebut. Teheran sendiri sebelumnya telah mendesak Washington untuk mencabut semua sanksi, yang berada di bawah perjanjian nuklir.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Berita Terkini
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved