F-35 AS Mahal tapi Bermasalah: 'Berhenti Buang Uang ke Lubang Tikus Itu'
Sabtu, 06 Maret 2021 - 07:40 WIB
loading...
Pesawat jet tempur siluman F-35 Lightning II Lockheed Martin Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Komite Angkatan Bersenjata DPR Amerika Serikat (AS) mengatakan para pejabat harus menemukan cara untuk mengurangi kerugian Amerika pada program pesawat jet tempur siluman F-35 . Komite mengeluhkan program tersebut yang sangat mahal, tetapi mengalami masalah selama bertahun-tahun.
Ketua Komite, Adam Smith, mengatakan dia berharap para pejabat dapat menemukan cara untuk menghabiskan lebih sedikit uang untuk pesawat generasi kelima.
Baca juga: Bukan F-35, Jenderal AS Minta Luncurkan Jet Tempur NGAD untuk Kalahkan China
"Saya ingin berhenti membuang uang ke lubang tikus itu," katanya di acara Brookings Institution, seperti dikutip National Defense, Sabtu (6/3/2021).
Program tersebut merupakan akuisisi terbesar dalam sejarah Pentagon, dengan proyeksi biaya lebih dari USD1 triliun. Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Korps Marinir membeli berbagai varian pesawat, seperti sejumlah sekutu dan mitra AS.
Para pendukung platform—yang selain stealthy [tersembunyi dari radar atau disebut siluman] juga dilengkapi dengan sensor canggih dan kemampuan jaringan data—mengatakan itu akan menjadi aset penting dalam inventaris militer AS karena Amerika Serikat bersaing dengan musuh tingkat lanjut seperti China dan Rusia.
Ketua Komite, Adam Smith, mengatakan dia berharap para pejabat dapat menemukan cara untuk menghabiskan lebih sedikit uang untuk pesawat generasi kelima.
Baca juga: Bukan F-35, Jenderal AS Minta Luncurkan Jet Tempur NGAD untuk Kalahkan China
"Saya ingin berhenti membuang uang ke lubang tikus itu," katanya di acara Brookings Institution, seperti dikutip National Defense, Sabtu (6/3/2021).
Program tersebut merupakan akuisisi terbesar dalam sejarah Pentagon, dengan proyeksi biaya lebih dari USD1 triliun. Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Korps Marinir membeli berbagai varian pesawat, seperti sejumlah sekutu dan mitra AS.
Para pendukung platform—yang selain stealthy [tersembunyi dari radar atau disebut siluman] juga dilengkapi dengan sensor canggih dan kemampuan jaringan data—mengatakan itu akan menjadi aset penting dalam inventaris militer AS karena Amerika Serikat bersaing dengan musuh tingkat lanjut seperti China dan Rusia.
Lihat Juga :