DK PBB Temui Kebuntuan Bahas Situasi Myanmar

Minggu, 07 Maret 2021 - 11:56 WIB
loading...
DK PBB Temui Kebuntuan...
DK PBB gagal membuat pernyataan bersama tentang tindakan keras militer Myanmar terhadap para demonstran pro-demokrasi. Foto/Ist
A A A
NEW YORK - Dewan Keamanan(DK) PBB menemui kebuntuan saat membahas mengenai situasi Myanmar. DK gagal membuat pernyataan bersama tentang tindakan keras militer Myanmar terhadap para demonstran pro-demokrasi.

Sebuah pertemuan tertutup dari badan itu berakhir tanpa pernyataan, meskipun ada seruan dari Amerika Serikat (AS) dan anggota lainnya untuk front persatuan guna mengatasi krisis tersebut.Baca juga: Junta Myanmar Semakin Beringas, DK PBB Didesak Bertindak Tegas

Rusia dan China sebelumnya telah menyuarakan pendapat untuk mendukung non intervensi, menggambarkan situasi yang semakin mengerikan sebagai urusan internal.

Christine Schraner Burgener, utusan khusus PBB untuk Myanmar, dalam pertemuan itu meminta negara-negara anggota DK PBB untuk bertindak, memperingatkan bahwa harapan rakyat negara itu "memudar".

"Saya telah mendengar langsung permohonan putus asa, dari para ibu, pelajar dan orang tua, saya menerima setiap hari sekitar 2.000 pesan, untuk tindakan internasional untuk membalikkan serangan yang jelas terhadap keinginan rakyat Myanmar dan prinsip-prinsip demokrasi," ucapnya.

"Persatuan Anda dibutuhkan lebih dari sebelumnya," sambung Burgener dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (7/3/2021).Baca juga: Junta Myanmar Bongkar Kuburan Demonstran Cantik ‘Everything will be OK’

Inggris, yang memprakarsai pertemuan itu mengatakan bahwa penting bagi DK PBB untuk berbicara dalam satu suara dan mengatakan akan mempertimbangkan tindakan lebih lanjut melalui DKdalam beberapa hari mendatang.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Gagal Minta Pertanggungjawaban...
Gagal Minta Pertanggungjawaban Israel, Iran Kecam Dewan Keamanan PBB
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Kebakaran Panti Asuhan...
Kebakaran Panti Asuhan Tewaskan Setidaknya 11 Orang, Termasuk Anak-Anak
Presiden Hungaria Sulyok...
Presiden Hungaria Sulyok Dilengserkan, Era Loyalis Viktor Orban Berakhir
Rekomendasi
Daftar Lengkap Penghargaan...
Daftar Lengkap Penghargaan Individu Piala Dunia 2026: Rodri Pemain Terbaik!
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Tipis, IHSG Dibuka Merayap...
Tipis, IHSG Dibuka Merayap Naik ke 6.197 saat 528 Saham Malas Bergerak
Berita Terkini
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Corong Iran Tantang...
Corong Iran Tantang AS Luncurkan Invasi Darat, Ungkap Rudal Bawah Tanah Teheran
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Piala Dunia 2026: Netanyahu...
Piala Dunia 2026: Netanyahu Dukung Argentina karena Pro-Israel, tapi Justru Dikalahkan Spanyol
Infografis
SEA Games 2025: Timnas...
SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Bentrok Myanmar, Filipina, dan Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved