Pelecehan Seks Online pada Anak di UE Meningkat Saat Lockdown Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 03:01 WIB
loading...
A
A
A
Para pelaku pelecehan seksual mencoba memanfaatkan anak yang semakin terpapar pada web, serta akibat lockdown yang membuat anak beralih ke pelajaran online. Kadang platform belajar online itu tidak cukup aman.
“Kami harap memiliki pandangan lebih baik tentang situasi saat anak dapat kembali ke sekolah dan mereka akan memiliki kemungkinan bicara pada para guru,” papar De Bolle.
Di banyak negara Eropa, sekolah-sekolah masih tutup untuk mencegah penyebaran pandemi. (Baca Juga: Indonesia Masuk 63 Negara yang Dukung Penyelidikan Asal-usul Covid-19)
Saluran telepon untuk pelaporan pelecehan juga mendapat lebih banyak telepon saat anak menjalani lockdown. Peringatan itu meningkat di Spanyol ke level tertinggi.
“Menggunakan internet untuk eksploitasi seksual anak hari ini lebih mudah daripada sebelumnya,” papar ECPAT, jaringan organisasi civil society menentang eksploitasi seksual anak komersial. (Baca Juga: Grand Mufti Saudi: Umat Islam Boleh Salat Ied di Rumah Saat Pandemi)
“Kami harap memiliki pandangan lebih baik tentang situasi saat anak dapat kembali ke sekolah dan mereka akan memiliki kemungkinan bicara pada para guru,” papar De Bolle.
Di banyak negara Eropa, sekolah-sekolah masih tutup untuk mencegah penyebaran pandemi. (Baca Juga: Indonesia Masuk 63 Negara yang Dukung Penyelidikan Asal-usul Covid-19)
Saluran telepon untuk pelaporan pelecehan juga mendapat lebih banyak telepon saat anak menjalani lockdown. Peringatan itu meningkat di Spanyol ke level tertinggi.
“Menggunakan internet untuk eksploitasi seksual anak hari ini lebih mudah daripada sebelumnya,” papar ECPAT, jaringan organisasi civil society menentang eksploitasi seksual anak komersial. (Baca Juga: Grand Mufti Saudi: Umat Islam Boleh Salat Ied di Rumah Saat Pandemi)
(sya)
Lihat Juga :