Diminta Setop Gunakan Istilah Pedofil, Wartawan Australia Marah

Sabtu, 06 Maret 2021 - 03:14 WIB
loading...
Diminta Setop Gunakan...
Wartawan Australia marah karena diminta berhenti gunakan istilah pedofil bagi pelaku pelecehan seksual anak berantai. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
CANBERRA - Reporter ABC Tasmania dari Australia dilaporkan telah diperingatkan untuk menghindari penggunaan istilah ' pedofil ' saat merujuk pada tertuduh pelaku pelecehan anak berantai. Hal itu dilakukan karena takut akan mengecilkan hati para pedofil yang tidak bersalah untuk mencari bantuan.

Dalam email kepada wartawan, seorang produser senior yang tidak disebutkan namanya di ABC mengatakan bahwa Layanan Dukungan Serangan Seksual (SASS) telah menyebutkan kekhawatiran mereka tentang penggambaran mantan perawat James Geoffrey Griffin - yang bunuh diri pada 2019 setelah tuduhan terhadapnya dipublikasikan - sebagai pedofil.

Griffin dituduh oleh banyak wanita telah melecehkan mereka saat anak-anak sejak 1980-an. Setelah polisi menggeledah rumahnya pada 2019, ABC melaporkan, sejumlah besar materi eksploitasi anak ditemukan. Dia kemudian didakwa dengan lebih dari selusin kejahatan.



"Kita harus menghindari (istilah pedofil), kecuali kita tahu dia memiliki diagnosis klinis pedofilia dan malah menggunakan pelaku/predator seksual serial, atau pelecehan seksual terhadap anak-anak dan remaja," produser memperingatkan seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (6/3/2021).

Email tersebut memperingatkan bahwa SASS mengatakan ada banyak pedofil atau "orang dengan pedofilia" yang tidak bertindak atas dorongan itu, terutama jika mereka menjangkau dan menerima bantuan psikologis profesional.

Produser tersebut menambahkan bahwa menyebut Griffin sebagai seorang pedofil "dapat mencegah" pedofil yang tidak bersalah untuk mencari bantuan, sehingga mendorong mereka terus melecehkan anak-anak.

Baca juga: Jerman Berikan Kompensasi Rp159 Juta kepada Korban Sekte Pedofil Nazi

Menurut surat kabar The Australian, email produser tersebut memicu keprihatinan dan membuat marah beberapa reporter, serta aktivis yang menentang pelecehan anak. Pendiri Beyond Abuse, Steve Fisher, yang juga selamat dari pelecehan, berpendapat bahwa mengubah bahasa dapat membingungkan orang saat membaca cerita yang mengekspos predator seks.

Sementara beberapa wartawan awalnya percaya nasihat itu mengikat, yang lain tidak dan ada beberapa contoh kata 'pedofil' yang digunakan sejak email itu dikirim, kata pria Australia itu.

ABC mengatakan kepada surat kabar itu bahwa kata 'pedofil' belum dilarang. Seorang juru bicara mengatakan itu hanya dimaksudkan untuk memberi tahu staf tentang informasi dari Layanan Dukungan Serangan Seksual dan seharusnya tidak menyampaikan perubahan resmi dalam penggunaan bahasa.

Baca juga: Australia Larang dan Labeli Kelompok Neo Nazi Inggris Teroris

Griffin diduga menargetkan anak-anak di rumah sakit tempat dia bekerja, serta anak-anak rekan kerjanya, dan polisi menemukan komentar online yang dia buat di forum pada tahun 2015 yang membual tentang kejahatannya dan tentang membius anak-anak untuk melecehkan mereka.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Gabung Aliansi 40 Negara untuk Misi Pasca-perang di Selat Hormuz
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Donald Trump Marah Besar...
Donald Trump Marah Besar kepada Vladimir Putin, Ada Apa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved