Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia

Jum'at, 12 Juni 2026 - 16:13 WIB
loading...
Terungkap, Pokemon Go...
Seseorang bermain Pokemon Go. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Rekaman permukaan tanah dari seluruh dunia yang dikumpulkan jutaan pengguna Pokemon Go selama bertahun-tahun kemungkinan besar diberikan kepada militer Amerika Serikat (AS). Data itu melengkapi pemetaan satelit mereka untuk potensi penggunaan dalam peperangan, menurut informan Google, Zach Vorhies, kepada RT.

Dirilis pada tahun 2016 oleh perusahaan Niantic yang berbasis di San Francisco, Pokemon Go menjadi salah satu upaya sukses pertama industri game dalam augmented reality.

Game itu menggunakan kamera ponsel pintar dan GPS pemain untuk menempatkan makhluk digital di atas lokasi dunia nyata.

“Saya rasa tidak ada seorang pun yang memainkan Pokemon Go yang membayangkan data mereka akan digunakan untuk membunuh orang. Tetapi itulah yang digunakan saat ini,” ujar Vorhies kepada RT pada hari Kamis, dengan alasan data pengguna dieksploitasi “untuk memainkan permainan yang lebih mematikan, yaitu peperangan.”

Teknologi game ini berakar pada Keyhole, startup pemetaan yang kemudian diakuisisi oleh Google, katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
PM Jepang Takaichi:...
PM Jepang Takaichi: Akhirnya Saya Bisa Tidur 5 Jam, Nyetrika dan Jahit!
Rekomendasi
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Berita Terkini
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved