Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS

Jum'at, 12 Juni 2026 - 17:57 WIB
loading...
Iran Tegaskan Belum...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa kepemimpinan negara itu telah menyetujui kesepakatan perdamaian pendahuluan. Pernyataan tersebut muncul setelah Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa kesepakatan dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini, kemungkinan di Eropa.

Menurut Trump, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah menyetujui persyaratannya.

Presiden AS mengatakan dia telah membatalkan serangan "terjadwal" terhadap Iran setelah dua hari berturut-turut pemboman, yang menandai eskalasi terbesar sejak gencatan senjata diumumkan pada bulan April.

Berbicara kepada media Iran pada hari Kamis, Baghaei menggambarkan laporan-laporan baru-baru ini sebagai "spekulasi".

Dia menambahkan, "Otoritas terkait harus meninjau setiap detail teks tersebut."

"Teks tersebut hampir selesai di bagian-bagian utamanya. Masalahnya adalah posisi kontradiktif Amerika Serikat selalu menyebabkan gejolak dan gangguan dalam proses ini," kata Baghaei. Dia menekankan Iran tidak akan berkompromi pada "garis merahnya."

Axios melaporkan pada hari Jumat, mengutip sumber diplomatik, bahwa nota kesepahaman (MOU) yang dibahas oleh para negosiator menyerukan pembukaan kembali segera Selat Hormuz oleh Iran tanpa biaya tol, dan pelonggaran beberapa sanksi AS berdasarkan kepatuhan Teheran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved