Dipecat karena Ganti Kelamin, Tentara Korea Selatan Bunuh Diri

Jum'at, 05 Maret 2021 - 13:22 WIB
loading...
Dipecat karena Ganti...
Byun Hee-soo, tentara Korea Selatan yang dipecat karena ganti kelamin, ditemukan tewas. Foto/Yonhap
A A A
SEOUL - Seorang tentara Korea Selatan (Korsel) telah dipecat secara paksa dari militer setelah menjalani operasi penggantian kelamin pria. Dia ditemukan tewas, yang dinyatakan sebagai bunuh diri.

Kematian tentara transgender tersebut telah memicu kemarahan publik hari ini (5/3/2021). Publik Korea Selatan menyerukan reformasi hukum.

Baca juga: Israel Siap Serang Iran Sendirian, Sedang Update Rencana Serangan

Petugas pemadam kebakaran menemukan Byun Hee-soo di rumahnya di Cheongju setelah seorang penasihat kesehatan mental menelepon layanan darurat untuk melaporkan bahwa dia tidak terdengar kabarnya selama beberapa hari.

Korea Selatan tetap sangat konservatif tentang masalah identitas seksual dan kurang toleran terhadap hak-hak lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dibandingkan beberapa bagian lain di Asia. Banyak gay dan transgender Korea yang sebagian besar hidup di bawah pengawasan.

Byun, mantan sersan staf berusia 20-an tahun. Dia mendaftar militer secara sukarela pada 2017. Dia kemudian menjalani operasi penggantian kelamin pada 2019 di Thailand.

Kementerian Pertahanan mengklasifikasikan pencabutan alat kelamin laki-lakinya sebagai cacat mental atau fisik, dan panel militer memutuskan tahun lalu bahwa dia akan diberhentikan secara wajib.

Pada saat itu dia melepaskan anonimitasnya untuk tampil di konferensi pers, memohon dengan air mata agar diizinkan untuk melayani militer Korea Selatan. Dia saat itu mengenakan seragamnya dan memberi hormat kepada wartawan dan juru kamera yang berkumpul.

“Saya adalah seorang tentara Republik Korea,” katanya, dengan suaranya yang pecah.

Laporan media lokal mengatakan tidak ada catatan yang ditemukan, tetapi kematian itu diperlakukan sebagai bunuh diri. Kantor berita Yonhap mengutip pejabat setempat mengatakan bahwa dia telah mencoba bunuh diri tiga bulan lalu.

Kematian Byun memicu curahan kesedihan dan seruan agar anggota parlemen Korea Selatan mengesahkan RUU antidiskriminasi.

Sebuah altar peringatan untuk Byun didirikan di rumah sakit setempat di mana teman dan aktivis memberikan penghormatan hari ini.

Karangan bunga krisan putih—simbol berkabung di Korea—mengelilingi potret Byun yang tersenyum, dengan pakaian sipil.

Baca juga: Ditembak Mati, Demonstran Cantik Myanmar Sumbangkan Organ Tubuhnya

Penghormatan diberikan oleh kelompok hak asasi manusia (HAM) dan politisi liberal termasuk wakil ketua parlemen Kim Sang-hee, yang merupakan anggota parlemen wanita dengan peringkat tertinggi di Korea Selatan.

Setelah memberikan penghormatan, Hong Jeung-sun, seorang aktivis hak LGBT berusia 64 tahun yang putranya mengaku gay, mengatakan kepada AFP: “Ini adalah bunuh diri ketiga oleh seorang anggota minoritas seksual selama sebulan terakhir saja.”

“Dan mungkin ada lebih banyak lagi yang binasa dalam bayang-bayang tanpa kita sadari. Sebagai orangtua, hati saya hancur,” ujarnya sambil berlinang air mata.

Byun akan dimakamkan besok.

Di Daum, portal web terbesar kedua di negara itu, seseorang menulis komentar: “Seluruh masyarakat Korea memikul tanggung jawab atas kematiannya.”

"Mereka yang menertawakannya dan membuat komentar daring yang jahat karena dia transgender, saya ingin Anda merenungkan apa yang Anda lakukan padanya."

Korea Selatan memiliki pasukan wajib militer untuk mempertahankan diri melawan Korea Utara yang bersenjata nuklir, dengan semua warga negara laki-laki yang sehat diwajibkan untuk mengabdi selama hampir dua tahun.

Tapi Byun adalah seorang sukarelawan bintara dan mengatakan pada konferensi persnya tahun lalu bahwa bertugas di militer selalu menjadi impian masa kecilnya.

“Mengesampingkan identitas seksual saya, saya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa saya bisa menjadi salah satu prajurit hebat yang membela negara ini,” katanya sembari menahan air mata. "Tolong beri saya kesempatan itu."

Kasusnya adalah yang pertama di Korea Selatan.

Wakil juru bicara Kementerian Pertahanan Moon Hong-sik menyatakan belasungkawa atas apa yang disebutnya "kematian yang disesalkan dari mantan sersan staf Byun Hee-soo".

Dia menambahkan, belum ada diskusi rinci tentang tentara transgender yang bertugas di militer.

Kelompok HAM internasional sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan tentang cara negara tersebut memperlakukan tentara gay, yang dilarang terlibat dalam tindakan sesama jenis dan dapat menghadapi hukuman dua tahun penjara jika tertangkap—meskipun tindakan tersebut legal dalam kehidupan sipil.

Seo Ji-hyun, seorang jaksa penuntut yang memicu gerakan #MeToo di negara itu—dengan mengumumkan pelecehan seksual yang dideritanya di tangan atasannya—menyatakan setelah kematian Byun: “Kami bisa menyelamatkannya...Kami hanya harus membiarkannya hidup yang benar untuk siapa dia."

"Sekarang RUU antidiskriminasi,” tulis dia dalam tanda pagar di akun Facebook-nya.

RUU baru diusulkan tahun lalu untuk mengambil nilai-nilai sosial tradisional yang tertanam dalam di negara itu, yang diperkuat oleh gereja-gereja besar yang mengutuk homoseksualitas.

Tindakan tersebut akan melarang favoritisme berdasarkan jenis kelamin, ras, usia, orientasi seksual, kecacatan atau agama serta beberapa kriteria yang tidak biasa seperti riwayat kriminal, penampilan dan latar belakang akademis.

Lebih dari selusin upaya untuk mengesahkan RUU anti-diskriminasi yang luas telah gagal selama 14 tahun terakhir dalam menghadapi tentangan kuat dari gereja-gereja konservatif dan kelompok-kelompok sipil.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Turki Catat 62 Tendangan...
Turki Catat 62 Tendangan Tanpa Gol dalam 180 Menit di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved