Ditembak Mati, Demonstran Cantik Myanmar Sumbangkan Organ Tubuhnya

loading...
Ditembak Mati, Demonstran Cantik Myanmar Sumbangkan Organ Tubuhnya
Kyal Sin, 19, demonstran antikudeta militer Myanmar saat berdemo. Dia ditembak mati polisi junta Myanmar Rabu lalu. Foto/Instagram
YANGON - Kyal Sin , 19, demonstran cantik yang dijuluki Angel [Malaikat] ditembak mati oleh polisi junta militer Myanmar saat demo Rabu lalu. Demonstran yang viral dengan kausnya; “Everything will be ok [Semuanya akan baik-baik saja]” ini menyumbangkan organ tubuhnya.

Kyal Sin selalu membiarkan pakaiannya berbicara—pada salah satu unjuk rasa anti-kudeta Myanmar , dia menempelkan tanda di belakang jaket hitamnya: "Kami membutuhkan demokrasi. Keadilan untuk Myanmar. Hormati suara kami."

Baca juga: Berkaus 'Semua Akan Baik-baik Saja', Gadis Ini Ditembak Mati Polisi Myanmar

Beberapa minggu kemudian, gadis 19 tahun itu ditembak mati Rabu lalu di sebuah protes di jalan-jalan kota terbesar kedua di Myanmar, Mandalay.

Slogan pada kausnya tersebut telah menjadi refrein pedih yang bergema di media sosial, dan ribuan orang hadir untuk pemakamannya di Mandalay pada hari Kamis.



Untuk Kyal Sin, yang dijuluki "Malaikat", memulihkan demokrasi negaranya yang rapuh mengalahkan kekhawatiran tentang keselamatannya sendiri saat dia memprotes diakhirinya pemerintahan militer.

Gadis penggemar tari ini bergabung dengan ratusan ribu orang di seluruh negeri yang menyerukan pembebasan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi, yang telah ditahan sejak militer sejak kudeta 1 Februari.

Baca juga: Jerman Ikut-ikutan Akan Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan

Sebelum pergi ke demonstrasi minggu ini, dia mendaftarkan golongan darahnya di halaman Facebook-nya, nomor teleponnya, dan mengatakan organnya tersedia untuk disumbangkan jika terjadi sesuatu padanya.

"Jika perlu, Anda dapat menghubungi saya dengan bebas di nomor telepon ini kapan saja," tulisnya.



"Saya bisa menyumbangkan (organ saya) jika saya meninggal. Jika seseorang membutuhkan bantuan segera, saya dapat menyumbang bahkan jika itu menyebabkan kematian saya."

Dia adalah salah satu dari setidaknya 38 orang yang menurut PBB tewas pada Rabu, hari paling mematikan di Myanmar sejak kudeta.

Rekaman yang di-posting di media sosial menunjukkan saat-saat terakhir Kyal Sin selama demonstrasi yang berubah menjadi kekerasan—merangkak di sepanjang jalan dan berlari mencari perlindungan di tengah suara tembakan dan semburan gas air mata.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top