Disebut Ujian Geopolitik Terbesar AS, Ini Jawaban China
Jum'at, 05 Maret 2021 - 04:53 WIB
loading...
China menolak disebut sebagai ujian geopolitik terbesar AS pada abad 21. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BEIJING - China menolak tudingan Amerika Serikat (AS) yang menyebutnya sebagai ujian geopolitik terbesar abad 21. Meski begitu, Beijing mengakui dengan sejarah, budaya, dan sistem politik yang berbeda perselisihan dalam beberapa masalah dengan Washington tidak dapat dihindari.
“Kuncinya adalah menghormati satu sama lain, memperlakukan satu sama lain sebagai sederajat, dan mengelola serta menangani mereka dengan cara yang konstruktif. Dialog lebih baik daripada konfrontasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (5/3/2021).
Wenbin berpendapat bahwa China selalu menjadi pembangun perdamaian dunia dan kontributor positif bagi pembangunan global. Ia pun menyerukan kepada negara lain untuk melihat aksesi Beijing sebagai peluang dan bukan tantangan.
"Diharapkan AS akan melihat hubungan China dan China-AS secara obyektif dan rasional, sesuai dengan tren zaman dan meninggalkan pemikiran zero-sum yang sudah ketinggalan zaman," tambah Wang sambil menegaskan kembali posisi Beijing di Xinjiang dan Hong Kong.
Terkait masalah Hong Kong, Beijing menuntut Washington menahan diri untuk tidak mencampuri urusan internal mereka.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengklaim bahwa China mewakili ujian geopolitik terbesar Amerika di abad ke-21, menambahkan bahwa negara adidaya yang muncul itu adalah satu-satunya negara yang cukup kuat untuk membahayakan tatanan internasional saat ini.
“Kuncinya adalah menghormati satu sama lain, memperlakukan satu sama lain sebagai sederajat, dan mengelola serta menangani mereka dengan cara yang konstruktif. Dialog lebih baik daripada konfrontasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (5/3/2021).
Wenbin berpendapat bahwa China selalu menjadi pembangun perdamaian dunia dan kontributor positif bagi pembangunan global. Ia pun menyerukan kepada negara lain untuk melihat aksesi Beijing sebagai peluang dan bukan tantangan.
"Diharapkan AS akan melihat hubungan China dan China-AS secara obyektif dan rasional, sesuai dengan tren zaman dan meninggalkan pemikiran zero-sum yang sudah ketinggalan zaman," tambah Wang sambil menegaskan kembali posisi Beijing di Xinjiang dan Hong Kong.
Terkait masalah Hong Kong, Beijing menuntut Washington menahan diri untuk tidak mencampuri urusan internal mereka.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengklaim bahwa China mewakili ujian geopolitik terbesar Amerika di abad ke-21, menambahkan bahwa negara adidaya yang muncul itu adalah satu-satunya negara yang cukup kuat untuk membahayakan tatanan internasional saat ini.
Lihat Juga :