Etnis Tatar Krimea Peringati Hari Korban Genosida
Senin, 18 Mei 2020 - 23:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Kedubes Ukraina, tidak seperti kebanyakan orang yang dideportasi lainnya, yang dapat kembali ke tanah airnya pada akhir 1950-an, Tatar Krimea kehilangan hak tersebut. Hanya setelah kemerdekaan Ukraina, bangsa Tatar Krimea dapat benar-benar kembali ke Krimea.
Dengan pendudukan Krimea oleh Rusia sejak 2014, maka deportasi Tatar Krimea kedua yang kini hibrida, serta perubahan komposisi demografis Semenanjung Krimea dimulai. Hal itu ditandai dengan persekusi politik, agama dan budaya Tatar Krimea.
“Sejak agresi Rusia terhadap Ukraina di Krimea pada tahun 2014, lebih dari 43.000 orang meninggalkan Krimea akibat intimidasi, persekusi dan kekhawatiran akan terulangnya masa lalu dalam wujud terburuknya. Terdapat hampir 500.000 orang Rusia pindah ke wilayah Krimea (menurut data NGO HAM CrimeaSOS),” papar Kedubes Ukraina.
Sekitar 100 warga Ukraina, sebagian besar dari mereka Tatar Krimea, secara ilegal ditahan atau dihukum oleh Rusia karena alasan politik di wilayah Federasi Rusia dan Krimea yang sementara diduduki.
“Pada tanggal 26 April 2016, sebuah badan peradilan ilegal dari Rusia mengeluarkan keputusan untuk melarang Majelis Tatar Krimea karena menganggap kegiatannya ekstrimis. Akibatnya, hampir 2.500 anggota majelis nasional dan lokal dilarang,” ungkap Kedubes Ukraina.
Sebelum okupasi Semenanjung Krimea pada 2014, terdapat 2.083 organisasi keagamaan di wilayahnya. Saat ini, hanya sekitar 700 yang bertahan dari rangkaian persekusi (per 2019).
Dengan pendudukan Krimea oleh Rusia sejak 2014, maka deportasi Tatar Krimea kedua yang kini hibrida, serta perubahan komposisi demografis Semenanjung Krimea dimulai. Hal itu ditandai dengan persekusi politik, agama dan budaya Tatar Krimea.
“Sejak agresi Rusia terhadap Ukraina di Krimea pada tahun 2014, lebih dari 43.000 orang meninggalkan Krimea akibat intimidasi, persekusi dan kekhawatiran akan terulangnya masa lalu dalam wujud terburuknya. Terdapat hampir 500.000 orang Rusia pindah ke wilayah Krimea (menurut data NGO HAM CrimeaSOS),” papar Kedubes Ukraina.
Sekitar 100 warga Ukraina, sebagian besar dari mereka Tatar Krimea, secara ilegal ditahan atau dihukum oleh Rusia karena alasan politik di wilayah Federasi Rusia dan Krimea yang sementara diduduki.
“Pada tanggal 26 April 2016, sebuah badan peradilan ilegal dari Rusia mengeluarkan keputusan untuk melarang Majelis Tatar Krimea karena menganggap kegiatannya ekstrimis. Akibatnya, hampir 2.500 anggota majelis nasional dan lokal dilarang,” ungkap Kedubes Ukraina.
Sebelum okupasi Semenanjung Krimea pada 2014, terdapat 2.083 organisasi keagamaan di wilayahnya. Saat ini, hanya sekitar 700 yang bertahan dari rangkaian persekusi (per 2019).
Lihat Juga :