Militer India dan Pakistan Setuju Hentikan Baku Tembak di Perbatasan

loading...
Militer India dan Pakistan Setuju Hentikan Baku Tembak di Perbatasan
Tentara India berpatroli dekat Garis Kontrol yang memisahkan Kashmir antara India dan Pakistan, di sektor Sabjiyan, 8 Agustus 2013. Foto/REUTERS
NEW DELHI - Militer India dan Pakistan setuju untuk mengawasi gencatan senjata di sepanjang perbatasan yang disengketakan di Kashmir.

Pernyataan bersama ini jarang terjadi antara kedua pihak, terutama setelah baku tembak ratusan kali dalam beberapa bulan terakhir.

Negara tetangga bersenjata nuklir itu menandatangani perjanjian gencatan senjata di sepanjang Garis Kontrol (LoC) di wilayah Kashmir pada 2003, tetapi gencatan senjata dilanggar dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Putri Latifa Desak Inggris Buka Lagi Kasus Penculikan Kakak Perempuannya

Selama itu, telah jatuh banyak korban di antara penduduk desa yang tinggal dekat perbatasan de facto.



Lihat infografis: Belanda Siap Ubah Bentuk Pesawat Komersial yang Selama Ini Ada

"Kedua belah pihak setuju untuk kepatuhan ketat terhadap semua perjanjian, pemahaman dan penghentian penembakan di sepanjang Garis Kontrol dan semua sektor lainnya yang berlaku mulai tengah malam 24/25 Februari 2021," ungkap pernyataan bersama itu.



Kembalinya gencatan senjata itu ditetapkan oleh dua direktur jenderal operasi militer.

“Demi mencapai perdamaian yang saling menguntungkan dan berkelanjutan di sepanjang perbatasan, kedua Ditjen Operasi Militer sepakat menangani masalah inti dan keprihatinan masing-masing yang cenderung mengganggu perdamaian dan mengarah pada kekerasan,” papar pernyataan itu.



“Telah terjadi peningkatan pelanggaran gencatan senjata sejak 2014, yang menyebabkan hampir 300 kematian warga sipil,” ungkap satu sumber di militer Pakistan.

"Hanya dalam dua bulan tahun ini, telah terjadi 253 pelanggaran gencatan senjata di mana delapan warga sipil terluka," papar sumber itu.

Sejak awal tahun, India telah menghitung 591 pelanggaran oleh Pakistan.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top