Militer India dan Pakistan Setuju Hentikan Baku Tembak di Perbatasan

Jum'at, 26 Februari 2021 - 01:01 WIB
loading...
Militer India dan Pakistan...
Tentara India berpatroli dekat Garis Kontrol yang memisahkan Kashmir antara India dan Pakistan, di sektor Sabjiyan, 8 Agustus 2013. Foto/REUTERS
A A A
NEW DELHI - Militer India dan Pakistan setuju untuk mengawasi gencatan senjata di sepanjang perbatasan yang disengketakan di Kashmir.

Pernyataan bersama ini jarang terjadi antara kedua pihak, terutama setelah baku tembak ratusan kali dalam beberapa bulan terakhir.

Negara tetangga bersenjata nuklir itu menandatangani perjanjian gencatan senjata di sepanjang Garis Kontrol (LoC) di wilayah Kashmir pada 2003, tetapi gencatan senjata dilanggar dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Putri Latifa Desak Inggris Buka Lagi Kasus Penculikan Kakak Perempuannya

Selama itu, telah jatuh banyak korban di antara penduduk desa yang tinggal dekat perbatasan de facto.

Lihat infografis: Belanda Siap Ubah Bentuk Pesawat Komersial yang Selama Ini Ada

"Kedua belah pihak setuju untuk kepatuhan ketat terhadap semua perjanjian, pemahaman dan penghentian penembakan di sepanjang Garis Kontrol dan semua sektor lainnya yang berlaku mulai tengah malam 24/25 Februari 2021," ungkap pernyataan bersama itu.



Kembalinya gencatan senjata itu ditetapkan oleh dua direktur jenderal operasi militer.

“Demi mencapai perdamaian yang saling menguntungkan dan berkelanjutan di sepanjang perbatasan, kedua Ditjen Operasi Militer sepakat menangani masalah inti dan keprihatinan masing-masing yang cenderung mengganggu perdamaian dan mengarah pada kekerasan,” papar pernyataan itu.

“Telah terjadi peningkatan pelanggaran gencatan senjata sejak 2014, yang menyebabkan hampir 300 kematian warga sipil,” ungkap satu sumber di militer Pakistan.

"Hanya dalam dua bulan tahun ini, telah terjadi 253 pelanggaran gencatan senjata di mana delapan warga sipil terluka," papar sumber itu.

Sejak awal tahun, India telah menghitung 591 pelanggaran oleh Pakistan.

Kashmir telah lama menjadi titik api antara dua negara tetangga, yang mengklaim wilayah itu secara penuh tetapi hanya menguasai sebagian.

Tetapi ketegangan meningkat setelah New Delhi mencabut otonomi negara bagian Jammu dan Kashmir pada Agustus 2019 dan membaginya menjadi dua wilayah yang dikelola pemerintah federal India.

"Kami sangat optimis bahwa tingkat kekerasan dan ketegangan di sepanjang Garis Kontrol (LoC) akan turun," ujar seorang pejabat India di New Delhi, yang menolak disebutkan namanya karena sensitifnya masalah tersebut.

“Militer India akan mempertahankan penempatan tentara di sepanjang LoC untuk mencegah infiltrasi dan melanjutkan operasi kontra pemberontakan di lembah Kashmir,” ungkap pejabat itu.

Politisi di Kashmir India mengatakan mereka menyambut baik komitmen untuk kembali ke gencatan senjata itu.

Ini menjadi salah satu dari sedikit tanda kerja sama dalam beberapa tahun terakhir antara tetangga yang telah berperang dalam tiga perang skala penuh sejak memperoleh kemerdekaan pada 1947.

"Dialog adalah satu-satunya jalan ke depan jika kedua negara ingin menghentikan siklus kekerasan yang tak berkesudahan dan pertumpahan darah melintasi perbatasan dan Jammu serta Kashmir," papar politisi Kashmir Mehbooba Mufti dalam tweet.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Trump Tuduh China Ingin...
Trump Tuduh China Ingin Kuasai Terusan Panama: Tak Akan Terjadi!
Rekomendasi
Lisa Mariana Diduga...
Lisa Mariana Diduga Tipu Klien Endorsement, Korban Mengaku Rugi Ratusan Juta
Jadwal Formula 1 British...
Jadwal Formula 1 British Grand Prix 2026 di VISION+, Siap-Siap Nonton Duel Panas di Silverstone
Anggota Satresnarkoba...
Anggota Satresnarkoba Polres Katingan Kalteng Gugur Ditembak saat Gerebek Bandar Narkoba
Berita Terkini
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved