Lukisan Kanguru di Atas Batu Ini Tertua di Australia

Rabu, 24 Februari 2021 - 03:31 WIB
loading...
A A A
Strateginya sederhana: jika sarang dibangun di atas seni cadas, seninya harus lebih tua. Jika seni dibangun di atas sarang, sarang harus lebih tua. Dengan demikian, penanggalan sarang-sarang ini memberi ilmuwan usia minimum dan maksimum untuk lukisan batu tersebut.

Baca juga: Tertua di Dunia, Lukisan Gua Berusia 45 Ribu Tahun Ditemukan di Indonesia

Sumber utama karbon dalam sarang ini, yang sebagian terbuat dari lumpur, adalah dari pecahan arang. Sering terjadi kebakaran hutan di wilayah yang membakar vegetasi berumur pendek seperti rumput, sehingga sebagian besar sarang mengandung arang yang relatif baru saat dibuat.

Sarang purba juga sering mengandung bahan tanaman atau fragmen serangga yang dikumpulkan tawon induk untuk dimakan larva, yang semuanya mengandung karbon.

Dengan penanggalan sarang tawon, penulis penelitian ini menetapkan bahwa sebagian besar lukisan diproduksi antara 17.000 dan 13.000 tahun yang lalu. Beberapa lukisan tertua termasuk gambar bumerang dan gambaran langka sosok manusia yang sedang berbaring telentang. Yang lain menggambarkan binatang termasuk ular, sosok mirip kadal, dan tiga makropoda - keluarga marsupial yang mencakup kanguru, walabi, dan quokka.

Baca juga: Lukisan Gua Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Perang Makin Sengit,...
Perang Makin Sengit, Iran Siapkan Kemungkinan Perang Darat Lawan AS
Rekomendasi
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved