Kurangi Ketegangan, AS Cabut Pembatasan Pergerakan Diplomat Iran

Sabtu, 20 Februari 2021 - 00:23 WIB
loading...
A A A
Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa diplomat Iran masih akan tunduk pada pembatasan diplomat yang diterapkan pada negara-negara dengan hubungan buruk sama AS, seperti Korea Utara (Korut), yang membutuhkan otorisasi untuk melampaui radius 40 kilometer dari Midtown Manhattan.

Baca juga: AS, Inggris, Prancis dan Jerman Bersatu Melawan Iran Kembangkan Bom Nuklir

Pemerintahan Presiden Joe Biden juga mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya siap untuk bertemu dengan para pejabat Iran di bawah naungan Uni Eropa (UE) untuk memulai diplomasi dan membatalkan kebijakan Trump memberlakukan klausul snapback sanksi PBB terhadap Iran yang dicemooh secara luas.

AS di bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden telah menyatakan kesiapannya untuk kembali ke perjanjian nuklir 2015 . Namun semua itu terkunci oleh pertentangan keinganan antara Teheran dan Washington. AS menginginkan Iran kembali mematuhi perjanjian nuklir 2015. Sebaliknya, Iran mendesak AS untuk mencabut sanksi terlebih dahulu untuk kembali mematuhi kesepakatan yang ditandatangni di Wina, Austria.

Baca juga: Iran Segera Membalikkan Langkah Nuklir Saat AS Cabut Sanksi
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved