Cegah COVID-19, Ibu dan Anak Minum Air Kencing Sendiri
Jum'at, 19 Februari 2021 - 23:51 WIB
loading...
A
A
A
Dalam dokumen yang disiapkan untuk dewan Kota Westminster di pusat kota London, para peneliti menulis tentang "prevalensi informasi alternatif yang dibagikan melalui WhatsApp."
"Informasi ini sering menunjukkan pengobatan alternatif palsu yang tidak memiliki latar belakang ilmiah dan empiris," kata mereka.
"Satu orang yang kami ajak bicara, misalnya, memberi tahu kami bahwa teman atau kerabatnya yang merupakan sumber informasi utamanya tentang COVID-19 meneruskan rekomendasi pribadinya kepada orang lain," sambungnya.
Baca juga: Kabar Gembira, WHO Sebut Kasus Mingguan COVID-19 Global Menurun
"Beberapa video yang dia terima membahas tentang meminum air seni Anda sendiri setiap pagi sebagai obat untuk COVID-19. Peserta mengatakan bahwa dia dan anak-anaknya melakukan itu selama empat hari," ungkap mereka seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (19/2/2021).
Penelitian, yang dilakukan oleh organisasi Healthwatch Central West London, juga menemukan stigma terkait dengan tertular virus Corona baru di beberapa komunitas, yang ditambah dengan kurangnya kepercayaan pada saluran informasi 'resmi', menghadirkan masalah yang perlu disoroti dan ditangani.
Newsweek telah menghubungi pihak WhatsApp untuk meminta informasi tentang apa yang dilakukannya untuk mencegah berbagi konten berbahaya atau menyesatkan.
Baca juga: Korea Utara Dituduh Meretas Pfizer untuk Curi Data Vaksin Covid-19
"Informasi ini sering menunjukkan pengobatan alternatif palsu yang tidak memiliki latar belakang ilmiah dan empiris," kata mereka.
"Satu orang yang kami ajak bicara, misalnya, memberi tahu kami bahwa teman atau kerabatnya yang merupakan sumber informasi utamanya tentang COVID-19 meneruskan rekomendasi pribadinya kepada orang lain," sambungnya.
Baca juga: Kabar Gembira, WHO Sebut Kasus Mingguan COVID-19 Global Menurun
"Beberapa video yang dia terima membahas tentang meminum air seni Anda sendiri setiap pagi sebagai obat untuk COVID-19. Peserta mengatakan bahwa dia dan anak-anaknya melakukan itu selama empat hari," ungkap mereka seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (19/2/2021).
Penelitian, yang dilakukan oleh organisasi Healthwatch Central West London, juga menemukan stigma terkait dengan tertular virus Corona baru di beberapa komunitas, yang ditambah dengan kurangnya kepercayaan pada saluran informasi 'resmi', menghadirkan masalah yang perlu disoroti dan ditangani.
Newsweek telah menghubungi pihak WhatsApp untuk meminta informasi tentang apa yang dilakukannya untuk mencegah berbagi konten berbahaya atau menyesatkan.
Baca juga: Korea Utara Dituduh Meretas Pfizer untuk Curi Data Vaksin Covid-19
Lihat Juga :