Bangkitkan Kembali Perekonomian, Negara Eropa Segera Buka Perbatasan
Senin, 18 Mei 2020 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
Conte menegaskan, negaranya tidak bisa menunggu sampai vaksin ditemukan, karena Italia bakal mengalami perekonomian dan struktur sosial yang rusak parah. Sejumlah daerah di Italia telah menyerukan pelonggaran lebih drastis, namun PM Conte mengatakan, pelonggaran akan dilakukan bertahap guna menghindari gelombang penularan kedua.
Toko-toko dan restoran akan kembali dibuka pada Senin hari ini, dengan syarat menjaga jarak aman. Gereja-gereja juga bersiap memulai kembali ibadah pada hari yang sama, namun jemaat diharuskan menjaga jarak dan memakai masker. Agama-agama lain juga dipersilakan menunaikan ibadah masing-masing. “Jika kamu mencintai Italia, jaga jarakmu,” ujarnya.
Di Italia, orang-orang yang meninggal di rumah atau fasilitas perawatan tidak disertakan dalam hitungan nasional sehingga banyak yang percaya tingkat kematian dan infeksi sebenarnya bisa jadi lebih tinggi dari angka resmi.
Di Spanyol, pemerintah memilih membuka perbatasan untuk menarik kunjungan wisata asing. Namun, wisatawan tetap diwajibkan mengarantina mandiri selama 14 hari. Akses masuk wisatawan hanya diberikan kelima bandara dan delapan pelabuhan laut.
Total angka kematian di Spanyol mencapai lebih dari 27.000 orang. Pada Sabtu (2/5), orang dewasa bisa berolahraga di luar ruangan untuk pertama kalinya dalam tujuh minggu. Karantina wilayah dilonggarkan untuk anak di bawah 14 tahun pada minggu lalu. (Baca juga: Slovenia, negara Eropa Pertama yang Umumkan Wabah Corona Berakhir)
Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan, Spanyol ‘menuai’ penghargaan dari pengorbanan yang dilakukan selama lockown, yang disebut salah satu negara paling ketat menerapkan lockdown di Eropa. Sejak awal April lalu, masker akan diwajibkan pada transportasi umum dan beberapa usaha kecil, seperti penata rambut akan buka dengan pemesanan terlebih dahulu.
Di Prancis, perbatasan tetap ditutup hingga 15 Juni mendatang. Mereka yang diperbolehkan masuk ke Prancis adalah mereka bekerja dan tinggal di negara tersebut. Warga dari negara Eropa juga tidak perlu menjalani karantina mandiri ketika baru tiba di Prancis.
Toko-toko dan restoran akan kembali dibuka pada Senin hari ini, dengan syarat menjaga jarak aman. Gereja-gereja juga bersiap memulai kembali ibadah pada hari yang sama, namun jemaat diharuskan menjaga jarak dan memakai masker. Agama-agama lain juga dipersilakan menunaikan ibadah masing-masing. “Jika kamu mencintai Italia, jaga jarakmu,” ujarnya.
Di Italia, orang-orang yang meninggal di rumah atau fasilitas perawatan tidak disertakan dalam hitungan nasional sehingga banyak yang percaya tingkat kematian dan infeksi sebenarnya bisa jadi lebih tinggi dari angka resmi.
Di Spanyol, pemerintah memilih membuka perbatasan untuk menarik kunjungan wisata asing. Namun, wisatawan tetap diwajibkan mengarantina mandiri selama 14 hari. Akses masuk wisatawan hanya diberikan kelima bandara dan delapan pelabuhan laut.
Total angka kematian di Spanyol mencapai lebih dari 27.000 orang. Pada Sabtu (2/5), orang dewasa bisa berolahraga di luar ruangan untuk pertama kalinya dalam tujuh minggu. Karantina wilayah dilonggarkan untuk anak di bawah 14 tahun pada minggu lalu. (Baca juga: Slovenia, negara Eropa Pertama yang Umumkan Wabah Corona Berakhir)
Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan, Spanyol ‘menuai’ penghargaan dari pengorbanan yang dilakukan selama lockown, yang disebut salah satu negara paling ketat menerapkan lockdown di Eropa. Sejak awal April lalu, masker akan diwajibkan pada transportasi umum dan beberapa usaha kecil, seperti penata rambut akan buka dengan pemesanan terlebih dahulu.
Di Prancis, perbatasan tetap ditutup hingga 15 Juni mendatang. Mereka yang diperbolehkan masuk ke Prancis adalah mereka bekerja dan tinggal di negara tersebut. Warga dari negara Eropa juga tidak perlu menjalani karantina mandiri ketika baru tiba di Prancis.
Lihat Juga :