Pengamat: Covid-19 Bisa Perdalam Krisis Geopolitik

Senin, 18 Mei 2020 - 04:24 WIB
loading...
A A A
"Selain itu, saya berpendapat bahwa krisis pandemi akan memperdalam krisis kapitalisme neoliberal, redistribusi kekayaan, kekuasaan dan hubungan kerja. Ini juga mempertanyakan peran negara dalam pasar dan ekonomi global. Negara-negara sudah berusaha memastikan keberlanjutan diri. Bagaimana kebijakan ekonomi bisa berubah di seluruh dunia dan bagaimana ini akan membentuk kembali kebijakan perdagangan," ungkapnya.

(Baca: Meraih Lailatul Qadar, Apakah Harus Begadang Semalam Suntuk? )

"Eurocrisis membuktikan dan masih membuktikan bahwa kegagalan agenda Eropa neoliberal yang digerakkan oleh elit perusahaan transnasional. Negara-bangsa, yang dibimbing oleh tujuan-tujuan elit itu, gagal mempercayai dan memahami satu sama lain dengan dampak yang mendalam bagi warga negara," sambungnya.

Selain itu, menurut Gouliamos, dengan memperkuat praktik-praktik neoliberal dari tata kelola sosial-ekonomi serta kebijakan perdagangan yang muncul pada 1990-an dan 2000-an, negara-negara mendekonstruksi jaringan lembaga sosial mereka yang memainkan peran penting dalam perlindungan dan promosi ekonomi dan kesejahteraan sosial warganya.

"Dalam keadaan ini, sangat penting untuk mengubah model pembangunan neoliberal yang ada. Untuk melakukannya, kita harus mengembangkan model agonis demokrasi yang, antara lain, akan menentukan penghancuran kesenjangan atau ketidaksetaraan dan munculnya keseimbangan perdagangan. Kita harus menciptakan dan menindaklanjuti aparatur demokrasi baru yang didasarkan pada kebiasaan, etos, dan tanggung jawab yang demokratis," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Naik Penyidikan, Erin Wartia Berpotensi Jadi Tersangka
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
Berita Terkini
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved