Pengamat: Covid-19 Bisa Perdalam Krisis Geopolitik
Senin, 18 Mei 2020 - 04:24 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
NICOSIA - Dengan jumlah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi sekitar 4,7 juta orang secara global, dengan lebih dari 300 ribu kematian, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masalah kerjasama muncul di garis depan politik global. Rektor Universitas Eropa Siprus, Kostas Gouliamos menjelaskan mengapa dunia tidak akan pernah sama secara politik dan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Dia menutuskan, ketika China pulih dan sejumlah besar negara-bangsa telah menerapkan penguncian geografis yang sangat ketat, lebih dari sepertiga populasi planet ini hidup dalam kondisi menjauhkan diri dan isolasi diri secara sosial.
(Baca: Bolehkah Menyalurkan Zakat Fitrah Sekeluarga Kepada Satu Orang? )
Gouliamos mengatakan, dalam kerangka kerja ini, dunia telah memasuki era ketidakpastian dan risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada tingkat mikro-politik, sosial dan ekonomi, konsekuensi dari pandemi ini sangat besar.
"Pada tingkat makro-geopolitik, banyak dari perselisihan dan gesekan yang ada tidak akan hilang atau berkurang. Sebaliknya, Covid-19 akan mempercepat gesekan tersebut," ucap Gouliamos, seperti dilansir Sputnik.
Dirinya menjelaskan, karena perluasan krisis secara holistik, masyarakat di Uni Eropa (UE) dan luar negeri akan menghadapi kelahiran kembali bentuk nasionalisme lama dan baru yang akan membahas masalah apakah aparatur negara saat ini perlu lebih berorientasi regional-nasional atau tidak, seperti yang disiratkan oleh globalisasi.
Menurutnya, lebih banyak multinasionalis yang puas dengan parameter supranasionalisasi negara-bangsa yang tidak merata. Dalam kasus apa pun, jelasnya, krisis fundamentalisme neoliberal yang ada saat ini secara langsung berkaitan dengan kondisi pandemi saat ini.
Dia menutuskan, ketika China pulih dan sejumlah besar negara-bangsa telah menerapkan penguncian geografis yang sangat ketat, lebih dari sepertiga populasi planet ini hidup dalam kondisi menjauhkan diri dan isolasi diri secara sosial.
(Baca: Bolehkah Menyalurkan Zakat Fitrah Sekeluarga Kepada Satu Orang? )
Gouliamos mengatakan, dalam kerangka kerja ini, dunia telah memasuki era ketidakpastian dan risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada tingkat mikro-politik, sosial dan ekonomi, konsekuensi dari pandemi ini sangat besar.
"Pada tingkat makro-geopolitik, banyak dari perselisihan dan gesekan yang ada tidak akan hilang atau berkurang. Sebaliknya, Covid-19 akan mempercepat gesekan tersebut," ucap Gouliamos, seperti dilansir Sputnik.
Dirinya menjelaskan, karena perluasan krisis secara holistik, masyarakat di Uni Eropa (UE) dan luar negeri akan menghadapi kelahiran kembali bentuk nasionalisme lama dan baru yang akan membahas masalah apakah aparatur negara saat ini perlu lebih berorientasi regional-nasional atau tidak, seperti yang disiratkan oleh globalisasi.
Menurutnya, lebih banyak multinasionalis yang puas dengan parameter supranasionalisasi negara-bangsa yang tidak merata. Dalam kasus apa pun, jelasnya, krisis fundamentalisme neoliberal yang ada saat ini secara langsung berkaitan dengan kondisi pandemi saat ini.
Lihat Juga :