Lebih Kecil dari Tangan Ibunya, Bayi Prematur Ini Dimasukkan Kantong Sandwich

Senin, 15 Februari 2021 - 14:28 WIB
loading...
Lebih Kecil dari Tangan...
Orla-May Rospo-Hughes, bayi prematur di Inggris yang diselamatkan tim medis dengan kantong sandwich. Foto/Carter News Agency
A A A
HITCHIN - Seorang bayi prematur di Inggris lahir 13 minggu lebih awal dari yang semestinya. Bayi yang lebih kecil dari tangan Ibunya ini selamat setelah petugas medis yang berpikir cepat menyelamatkan hidupnya dengan kantong sandwich.

Bayi sangat mungil bernama Orla-May Rospo-Hughes memiliki berat hanya satu pon ketika dia lahir bulan lalu. Dia lahir ketika usia kandungan Ibunya baru 27 minggu.

Baca juga: Bocah 12 Tahun Dipuji setelah Tembak Mati Perampok yang Lukai Neneknya

Orang tuanya, Emily Rospo dan Samantha Hughes, diperingatkan petugas medis bahwa bayi mereka mungkin tidak akan selamat.

Tapi sekarang bayi kecil itu berkembang pesat—setelah dokter menyelamatkan hidupnya dengan memasukkannya ke dalam kantong sandwich untuk membantu mengatur suhu tubuhnya setelah dia lahir.

Bayi ini masih berada dalam inkubator, dan tubuhnya belum sepanjang sarung tangan APD (alat pelindung diri), tetapi para ahli mengatakan dia sekarang sangat baik.

"Kami diberitahu beberapa kali untuk bersiap menghadapi yang terburuk dan bahwa dia tidak mungkin berhasil [selamat]," kata Emily, asal Hitchin, Herts.

"Kami telah mencoba mendapatkan bayi selama tiga tahun dan telah melakukannya dengan IVF, jadi untuk diberitahu ini, sangat menghancurkan," ujarnya.

"Tidak ada yang bisa mempersiapkan Anda untuk diberi tahu bahwa bayi Anda mungkin tidak akan berhasil [selamat]."

"Saya ketakutan dan gugup tapi untungnya pasangan saya diizinkan masuk kamar bersama saya jadi saya mendapat dukungan," ujar Emily, seperti dikutip Daily Mirror, Senin (15/2/2021).

"Meskipun diberi tahu peluangnya kecil, saya tetap berpikiran positif dan percaya dia akan berhasil, itulah yang membuat saya melewatinya".

Baca juga: Coba Selamatkan Pacar dari Mobil Terbakar, Wanita Cantik Ini Bertaruh Nyawa

Orangtua Emily dan Samantha terkejut ketika mereka diberitahu bahwa Emily, 30, harus menjalani operasi caesar darurat hanya dalam 27 minggu setelah didiagnosis dengan insufisiensi plasenta.

Pada minggu ke-27, Orla-May kecil lahir pada tanggal 28 Januari dengan berat hanya 490 gram.

Setelah dilahirkan, Orla-May langsung dimasukkan ke dalam kantong plastik sandwich untuk menghangatkannya sementara dia dibawa ke ruang resusitasi.

"Ketika dia lahir, mereka bekerja keras untuk membuatnya bernapas. Mereka memasukkan selang ke tenggorokannya dan memasukkannya ke dalam kantong plastik sandwich untuk memastikan suhunya naik," kata Emily.

"Saya bahkan tidak bisa melihatnya sebelum dia dibawa pergi; ada banyak hal yang terjadi di ruangan itu dan saya merasakan berbagai macam emosi," ujarnya.

"Kami tahu mereka berusaha sekuat tenaga untuk membuatnya bernapas dan saya merasa beruntung memiliki Samantha dengan saya karena saya takut saya mungkin tidak dapat melakukannya karena virus corona," paparnya.

"Saya diberitahu bahwa kantong sandwich itu untuk menjaga suhu tubuhnya; saya belum pernah mendengarnya sebelumnya," imbuh dia.

"Melihatnya di sana seperti itu menakutkan—dia kecil," sambung Emily.

"Kami belum bisa menggendongnya tapi kami diizinkan untuk menyentuhnya dan bersamanya 24/7," katanya.

"Dia tinggal di Luton and Dunstable Hospital dan stafnya sangat luar biasa," ujar Emily.

"Kami mengambil setiap hari apa adanya; dia telah berhasil menambah sedikit bobot jadi kami hanya mencoba untuk tetap positif".

Samantha menambahkan: "Mereka meminta saya untuk memotong talinya dan saya harus melihat bayi cantik kami untuk pertama kalinya; saya belum pernah melihat sesuatu yang begitu kecil dan rapuh."

"Saya tahu kami memiliki jalan yang panjang, tetapi saya berdoa setiap hari agar Orla-May akan tumbuh menjadi besar dan kuat," ujarnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Siapa Keiichi Tsuchiya?...
Siapa Keiichi Tsuchiya? Legenda yang Ubah Drifting dari Balapan Liar Jadi Kultur Global
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved