Jaga Jarak Sosial, PM Selandia Baru Ditolak Masuk Sebuah Kafe

Minggu, 17 Mei 2020 - 17:38 WIB
loading...
Jaga Jarak Sosial, PM...
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern dilaporkan ditolak masuk sebuah kafe di Wellington karena sudah terlalu penuh berdasarkan peraturan penguncian pemerintah. Foto/Ist
A A A
WELLINGTON - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern dilaporkan ditolak masuk sebuah kafe di Wellington karena sudah terlalu penuh berdasarkan peraturan penguncian pemerintah. Selandia Baru adalah salah satu negara yang sukses menghalau penyebaran Covid-19 dengan kebijakan penguncianyang ketat.

Menurut laporan media setempat, Ardern dan pasanganya, Clarke Gayford berjalan untuk makan siang ke sebuah kafe di Wellington, di mana mereka diberitahu itu terlalu penuh. Seorang karyawan mengejar mereka beberapa menit kemudian ketika sebuah meja telah kosong dan pasangan itu kembali.

Gayford, seperti dilansir Reuters pada Minggu (17/5/2020), melalui akun Twitterya mengaku salah karena tidak terlebih dahulu menelepon kafe itu untuk menanyakan ketersediaan meja, sebelum datang.

( Baca juga: 11 Pasien COVID-19 di Kota Parepare Berhasil Disembuhka n)

"Saya harus bertanggung jawab untuk ini, saya tidak terorganisir dan memesan di mana saja. Sangat baik dari mereka untuk mengejar kami ketika sebuah tempat akhinya kosong. Layanan A+," kicau Gayford.

Sementara itu, layanan pers Perdana Menteri Selandia Baru mengatakan Ardern dan Gayford menunggu untuk adanya meja kosong di depan kafe tersebut, sama dengan orang lainnya. "Perdana Menteri mengatakan dia hanya menunggu seperti orang lain," ujarnya.

( Baca juga: 230 Anak Kena Penyakit Langka Terkait Covid-19 di Eropa, Dua Meningga l )
Ardern melonggarkan banyak aturan jarak sosial pada tengah pekan ini dengan mengizinkan kafe, bioskop dan mal untuk kembali buka, setelah dua bulan melakukan pembatasan ketat untuk menghentikan penyebaran virus Corona. Tapi, pemerintah Selandia Baru mewajibkan kafe, bioskop dan mal untuk menjalankan praktek jarak sosial dan protokalkesehatan lainnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta Queenstown di...
6 Fakta Queenstown di Selandia Baru yang jadi Kota Persiapan Hadapi Kiamat
Teroris Brenton Tarrant...
Teroris Brenton Tarrant Pembantai 51 Muslim Ajukan Banding dengan Alasan Hukumannya Tak Manusiawi
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Deretan Negara-negara...
Deretan Negara-negara yang Pertama Kali Merayakan Tahun Baru 2026
7 Negara yang Akan Buat...
7 Negara yang Akan Buat Orang Jatuh Cinta Lagi pada Dunia
4 Negara Tanpa Agama...
4 Negara Tanpa Agama Negara, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved