Konstitusional, Senat AS Lanjutkan Sidang Pemakzulan Trump Jilid II

Rabu, 10 Februari 2021 - 07:51 WIB
loading...
A A A
"Apa yang benar-benar ingin mereka capai di sini atas nama Konstitusi adalah melarang Donald Trump mencalonkan diri lagi untuk jabatan politik, tetapi ini merupakan penghinaan terhadap Konstitusi tidak peduli siapa yang mereka targetkan hari ini," ujar David Schoen, salah satu pengacara Trump.

Dia mengecam "nafsu tak terpuaskan untuk pemakzulan" di antara politisi Partaiu Demokrat sebelum menayangkan videonya sendiri, dengan menggabungkan klip dari berbagai anggota parlemen Demokrat yang menyerukan pemakzulan Trump pada tahun 2017.

Trump, yang dimakzulkan oleh DPR yang dipimpin Partai Demokrat pada 13 Januari, adalah presiden ketiga dalam sejarah AS yang dimakzulkan, dan satu-satunya yang akan dimakzulkan dua kali.

Pembelanya berargumen bahwa dia menggunakan haknya untuk kebebasan berbicara di bawah Amandemen Pertama Konstitusi ketika dia berbicara kepada pendukung sebelum serangan Capitol.

Bruce Castor, salah satu pengacara Trump, mengatakan penyerbuan Capitol oleh ratusan orang harus dikecam dengan istilah yang paling keras. Namun ia berpendapat yang bertanggung jawab atas kekerasan tersebut adalah sekelompok kecil penjahat, bukan Trump.

Baca juga: Sidang Pemakzulan Belum Dimulai, Trump Sudah Ditinggal Pengacara

Sebagian besar ahli hukum mengatakan adalah konstitusional untuk mengadakan sidang pemakzulan setelah seorang pejabat meninggalkan jabatannya.

“Presiden tidak bisa mengobarkan pemberontakan di minggu-minggu terakhir mereka dan kemudian pergi seperti tidak ada yang terjadi. Namun itu adalah aturan yang diminta Presiden Trump untuk Anda adopsi," kata Perwakilan Demokrat Joe Neguse kepada para senator.

Beberapa senator Republik mengatakan mereka mendapatkan pembelaan Trump, terutama argumen Castor, terputus-putus dan tidak jelas.

“Manajer DPR membuat kasus yang kuat dan meyakinkan. Dan tim presiden tidak," kata Senator Partai Republik Bill Cassidy.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Timnas Qatar Hancur-hancuran...
Timnas Qatar Hancur-hancuran di Piala Dunia 2026, Netizen Indonesia Singgung Hukum Karma
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
Berita Terkini
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved