Pakar: Ekonomi Israel Tak Siap Hadapi Serangan Siber Iran

Senin, 08 Februari 2021 - 23:01 WIB
loading...
Pakar: Ekonomi Israel...
Ilustrasi serangan siber. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Ekonomi Israel belum siap hadapi serangan siber Iran , saat Teheran dan Moskow menjalin kerja sama keamanan siber.

Peringatan itu diungkapkan Pendiri dan CEO perusahaan konsultasi siber Israel, Konfidas Digital Ltd, Ram Levi.

Portal online yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA), Rai Al-Youm melaporkan Levi menjelaskan pada harian Israel, Yedioth Ahronoth bahwa kesepakatan Rusia-Iran sebagian besar akan memperkuat perlindungan Iran dari serangan siber, serta kemampuan Iran melakukan serangan siber.

Baca juga: Iran: AS Tidak Punya Pilihan Selain Kembali ke Kesepakatan Nuklir

Menurut Levi, kesepakatan itu akan memberi Iran kemampuan yang sebelumnya tidak mereka miliki.

Lihat infografis: Kim Jong Un Larang Warganya Cukur ala Barat dan Pakai Jins Ketat

"Yang mengkhawatirkan kami adalah Rusia dan Iran pada titik tertentu akan memiliki kerja sama intelijen dan bagaimana melakukan serangan. Ini akan memperkuat Iran," ungkap Levi.

Lihat video: Waspada Banjir, Debit Air di Pos Panus Depok Siaga II

Levi juga mengatakan, "Setiap negara memiliki kemampuan pertahanan siber, negara itu juga akan berusaha mengembangkannya. Dalam kasus Iran, upaya ini akan menargetkan Israel."



Itu artinya, serangan siber Iran yang menargetkan Israel bisa merontokkan ekonomi rezim Zionis.

Sementara itu, Duta Besar (Dubes) Iran untuk PBB Majid Takht-Ravanchi memperingatkan Israel untuk setiap pernyataan "provokatif" dan "salah".

Dia menekankan, “Republik Islam akan menanggapi setiap ancaman atau tindakan yang salah."

Dalam sepucuk surat pada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan yang dikirim pada Sabtu, Takht-Ravanchi mengatakan, "Rezim Israel baru-baru ini tidak hanya melipatgandakan pernyataan provokatif dan panasnya terhadap Republik Islam Iran tetapi juga berencana melakukan ancaman perangnya terhadap Iran."

"Contoh terbaru dari ancaman semacam itu adalah pernyataan yang dibuat kepala staf militer Israel pada 26 Januari 2021, di mana, di samping klaim sembrono atas program nuklir damai Iran, dia juga mengatakan angkatan bersenjata Israel menyiapkan sejumlah rencana operasional," papar dia.

Takht-Ravanchi melanjutkan, "Ancaman-ancaman ini merupakan pelanggaran berat terhadap Chapter 2 Piagam PBB dan memerlukan jawaban yang proporsional dari komunitas dunia, mengingat sejarah kelam serangan rezim Israel terhadap negara-negara di kawasan itu."

Dalam kasus serangan Israel, Takht-Ravanchi menegaskan, "Kami berhak membela diri dan menanggapi dengan pasti setiap ancaman atau tindakan yang salah oleh rezim Israel."

"Sangat jelas bahwa rezim Israel harus memikul tanggung jawab penuh atas konsekuensi tindakan salah yang tak terkendali," papar dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Clara Shinta dan Muhammad...
Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad Rujuk, Gugatan Cerai Resmi Dicabut
Praz Teguh Tegaskan...
Praz Teguh Tegaskan Tak Terima Aliran Dana Hanania Group, Hanya Uang Saku Umroh
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Berita Terkini
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved