Protes Anti-Kudeta Digelar di Kota Mandalay, AS-Australia Bahas Myanmar
Kamis, 04 Februari 2021 - 12:26 WIB
loading...
Demonstran menolak kudeta militer di Mandalay, Myanmar. Foto/REUTERS
A
A
A
MANDALAY - Sekelompok pengunjuk rasa melambaikan spanduk dan meneriakkan slogan anti-kudeta di kota kedua Myanmar , Mandalay, pada Kamis (4/2).
Ini menjadi protes jalanan pertama menentang kudeta militer pekan ini. Sejumlah gambar di media sosial menunjukkan aksi unjuk rasa itu.
Video di Facebook menunjukkan sekitar 20 orang di luar Universitas Kedokteran Mandalay. Satu spanduk bertuliskan "Rakyat memprotes kudeta militer".
![Protes Anti-Kudeta Digelar di Kota Mandalay, AS-Australia Bahas Myanmar]()
Baca juga: Sekjen PBB Galang Tekanan Global, Pastikan Kudeta Myanmar Gagal
"Pemimpin kami yang ditangkap, lepaskan sekarang, lepaskan sekarang," teriak para pengunjuk rasa.
Baca juga: Junta Myanmar Blokir Facebook untuk Lumpuhkan Pengkritik Kudeta
Tentara Myanmar merebut kekuasaan pada Senin, menggulingkan pemimpin terpilih yang populer Aung San Suu Kyi.
Baca juga: AS Terganggu Kabar Wanita Muslim Diperkosa Secara Sistemis di Kamp China
Kini Suu Kyi masih ditahan dan sekarang menghadapi kemungkinan dakwaan atas pelanggaran impor atas dugaan kepemilikan enam walkie-talkie yang dianggap ilegal.
Junta Myanmar sebelumnya memiliki sejarah penindasan berdarah terhadap protes jalanan.
Junta Myanmar telah memblokir Facebook di negara itu untuk meredam aksi protes dan kritik terhadap kudeta militer.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison membahas bagaimana mereka dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan global dan regional, termasuk dalam isu Myanmar dan China.
Mereka juga berbicara tentang mengalahkan pandemi COVID-19 dan memerangi perubahan iklim.
Keduanya bertekad bekerja sama menahan mereka yang bertanggung jawab atas kudeta di Myanmar. Sikap kedua pemimpin negara itu diungkapkan Gedung Putih.
Ini menjadi protes jalanan pertama menentang kudeta militer pekan ini. Sejumlah gambar di media sosial menunjukkan aksi unjuk rasa itu.
Video di Facebook menunjukkan sekitar 20 orang di luar Universitas Kedokteran Mandalay. Satu spanduk bertuliskan "Rakyat memprotes kudeta militer".

Baca juga: Sekjen PBB Galang Tekanan Global, Pastikan Kudeta Myanmar Gagal
"Pemimpin kami yang ditangkap, lepaskan sekarang, lepaskan sekarang," teriak para pengunjuk rasa.
Baca juga: Junta Myanmar Blokir Facebook untuk Lumpuhkan Pengkritik Kudeta
Tentara Myanmar merebut kekuasaan pada Senin, menggulingkan pemimpin terpilih yang populer Aung San Suu Kyi.
Baca juga: AS Terganggu Kabar Wanita Muslim Diperkosa Secara Sistemis di Kamp China
Kini Suu Kyi masih ditahan dan sekarang menghadapi kemungkinan dakwaan atas pelanggaran impor atas dugaan kepemilikan enam walkie-talkie yang dianggap ilegal.
Junta Myanmar sebelumnya memiliki sejarah penindasan berdarah terhadap protes jalanan.
Junta Myanmar telah memblokir Facebook di negara itu untuk meredam aksi protes dan kritik terhadap kudeta militer.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison membahas bagaimana mereka dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan global dan regional, termasuk dalam isu Myanmar dan China.
Mereka juga berbicara tentang mengalahkan pandemi COVID-19 dan memerangi perubahan iklim.
Keduanya bertekad bekerja sama menahan mereka yang bertanggung jawab atas kudeta di Myanmar. Sikap kedua pemimpin negara itu diungkapkan Gedung Putih.
(sya)
Lihat Juga :