Vaksin Sputnik V Buatan Rusia 92% Efektif Perangi COVID-19
Rabu, 03 Februari 2021 - 08:31 WIB
loading...
Vaksin Sputnik V terbukti manjur dalam hasil riset yang dirilis di jurnal The Lancet. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Para ilmuwan memberi vaksin Sputnik V lampu hijau dengan mengatakan vaksin Rusia itu hampir 92% efektif dalam memerangi COVID-19.
Kesimpulan itu berdasarkan hasil uji coba tahap akhir yang ditinjau para pakar dan diterbitkan dalam jurnal medis internasional The Lancet.
Para pakar mengatakan hasil uji coba Fase III berarti dunia memiliki senjata efektif lain untuk melawan pandemi mematikan. Hasil tes ini juga secara tak langsung membenarkan keputusan Moskow meluncurkan vaksin itu sebelum data akhir dirilis.
Baca juga: Iran Tes Roket Peluncur Satelit Baru, Uji Nyali Pemerintahan Biden
Hasilnya, yang disusun Gamaleya Institute di Moskow yang mengembangkan dan menguji vaksin tersebut, sejalan dengan data kemanjuran yang dilaporkan pada tahap awal uji coba, yang telah berjalan di Moskow sejak September.
Lihat infografis: Nasib Suu Kyi: Bintang Demokrasi, Tutup Mata Genosida Rohingya
“Pengembangan vaksin Sputnik V telah dikritik karena tergesa-gesa yang tidak pantas, memotong di tikungan, dan tidak adanya transparansi,” ujar Ian Jones, profesor di University of Reading, dan Polly Roy, profesor di London School of Hygiene & Tropical Medicine .
Kesimpulan itu berdasarkan hasil uji coba tahap akhir yang ditinjau para pakar dan diterbitkan dalam jurnal medis internasional The Lancet.
Para pakar mengatakan hasil uji coba Fase III berarti dunia memiliki senjata efektif lain untuk melawan pandemi mematikan. Hasil tes ini juga secara tak langsung membenarkan keputusan Moskow meluncurkan vaksin itu sebelum data akhir dirilis.
Baca juga: Iran Tes Roket Peluncur Satelit Baru, Uji Nyali Pemerintahan Biden
Hasilnya, yang disusun Gamaleya Institute di Moskow yang mengembangkan dan menguji vaksin tersebut, sejalan dengan data kemanjuran yang dilaporkan pada tahap awal uji coba, yang telah berjalan di Moskow sejak September.
Lihat infografis: Nasib Suu Kyi: Bintang Demokrasi, Tutup Mata Genosida Rohingya
“Pengembangan vaksin Sputnik V telah dikritik karena tergesa-gesa yang tidak pantas, memotong di tikungan, dan tidak adanya transparansi,” ujar Ian Jones, profesor di University of Reading, dan Polly Roy, profesor di London School of Hygiene & Tropical Medicine .
Lihat Juga :