Menlu Baru AS Kritik Rusia dan Ancam Jatuhkan Sanksi Baru pada Korut
Jum'at, 05 Februari 2021 - 02:07 WIB
loading...
Blinken menuturkan, pihaknya akan mempertimbangkan sanksi baru terhadap Korut dan mengkritik Rusia atas tindakan keras terhadap demonstran pendukung Alexei Navalny. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri baru Amerika Serikat (AS) , Antony Blinken menuturkan, pihaknya akan mempertimbangkan sanksi baru terhadap Korea Utara (Korut). Dia juga mengkritik Rusia dan mengisyaratkan respon keras atas tindakan Rusia terhadap demonstran dan penangkapanAlexei Navalny.
Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Blinken mengatakan bahwa alat yang ditujukan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea, termasuk sanksi tambahan dalam koordinasi dengan sekutu AS, serta insentif diplomatik yang tidak dia sebutkan.Baca juga: Istri Kim Jong-un 'Menghilang' Setahun Lebih, Analis Bertanya-tanya
Lalu, Blinken menyinggung soal Rusia, dengan mengatakan bahwa dia sangat terganggu oleh tindakan keras terhadap pengunjuk rasa dan penangkapan orang-orang di seluruh negeri. Ia menuntut pembebasan pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny.
Baca juga: Menteri Turki Sebut AS di Balik Kudeta Gagal 2016
"Pemerintah Rusia membuat kesalahan besar jika mereka yakin ini tentang kami," katanya dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Reuters pada Selasa (2/2/2021).Baca juga: Jelang Demo Rusia, Adik dan Ajudan Navalny Jadi Tahanan Rumah
Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Blinken mengatakan bahwa alat yang ditujukan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea, termasuk sanksi tambahan dalam koordinasi dengan sekutu AS, serta insentif diplomatik yang tidak dia sebutkan.Baca juga: Istri Kim Jong-un 'Menghilang' Setahun Lebih, Analis Bertanya-tanya
Lalu, Blinken menyinggung soal Rusia, dengan mengatakan bahwa dia sangat terganggu oleh tindakan keras terhadap pengunjuk rasa dan penangkapan orang-orang di seluruh negeri. Ia menuntut pembebasan pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny.
Baca juga: Menteri Turki Sebut AS di Balik Kudeta Gagal 2016
"Pemerintah Rusia membuat kesalahan besar jika mereka yakin ini tentang kami," katanya dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Reuters pada Selasa (2/2/2021).Baca juga: Jelang Demo Rusia, Adik dan Ajudan Navalny Jadi Tahanan Rumah
Lihat Juga :