Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal

Rabu, 01 Juli 2026 - 13:26 WIB
loading...
Sanksi Dicabut, Iran...
Ketua Parlemen Iran dan kepala negosiator Mohammad Bagher Ghalibaf. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Ketua Parlemen Iran dan kepala negosiator Mohammad Bagher Ghalibaf mengkonfirmasi bahwa ekspor minyak kembali mengalir setelah pencabutan sanksi. Menurut dia, Teheran menjual minyak mentah dengan harga 20% lebih tinggi dari sebelumnya.

"Sejak hari kami mencabut blokade, kami telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak," ungkap Ghalibaf dalam wawancara televisi. Dia menepis skeptisisme sebelumnya tentang dampak pencabutan sanksi.

Pencabutan sanksi merupakan komponen kunci dari nota kesepahaman AS-Iran yang ditandatangani pada bulan Juni, yang juga mencakup pelepasan aset yang dibekukan dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Ghalibaf juga menolak klaim Presiden AS Donald Trump bahwa dana yang dilepaskan hanya dapat digunakan untuk membeli produk pertanian Amerika.

"Bank Sentral dapat membeli barang apa pun yang dibutuhkannya, dengan harga berapa pun dan dalam mata uang apa pun di seluruh dunia," kata Ghalibaf, menegaskan kendali penuh Iran atas penggunaan asetnya.

Ketua parlemen Iran mengatakan Teheran bermaksud "meningkatkan kemakmuran Selat Hormuz dari hari ke hari," dengan rencana meningkatkan lalu lintas maritim dan menurunkan biaya asuransi untuk kapal yang melintasi jalur air tersebut.

"Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa keamanan di sini meningkat dari hari ke hari," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Ini Alasan Wali Kota...
Ini Alasan Wali Kota New York Mamdani Bersikeras Tangkap Netanyahu
Rekomendasi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Berita Terkini
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved