Diduga Dikudeta Militer Myanmar, Inilah Sosok Aung San Suu Kyi

Senin, 01 Februari 2021 - 07:56 WIB
loading...
A A A
3. Sejak kembali ke negaranya, Suu Kyi muncul sebagai seorang pembicara publik yang fasih. Dia adalah kandidat untuk memimpin gerakan, tetapi protes dihancurkan, para pemimpinnya terbunuh dan dipenjara. Dia kemudian dipenjara di rumah keluarganya di tepi danau, di mana dia tinggal sebagai tahanan rumah sampai tahun 2010, meskipun dibebaskan sebentar dari rumah dan ditangkap lagi.

4. Setelah 2010, Suu Kyi membuat keputusan untuk tetap berada di Myanmar untuk memimpin kampanye demokrasi. Meskipun militer menjelaskan bahwa dia boleh pergi, dia khawatir dia tidak akan diizinkan kembali ke negaranya.

5. Dia dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991, yang dikampanyekan oleh putra tertuanya; Alexander, atas namanya.

6. Pada Agustus 2011, Suu Kyi mengadakan pertemuan pertamanya dengan Presiden Thein Sein, mantan jenderal dan kepala pemerintahan kuasi-sipil, menandai dimulainya periode pragmatis keterlibatan dengan pemerintahan mantan tentara.

7. Pada 2015, ia berkuasa dengan platform mengakhiri perang saudara, mengumpulkan investasi asing, dan mengurangi peran tentara dalam politik. Suu Kyi juga berjanji kepada sekutu Barat bahwa dia akan mengatasi penderitaan orang-orang Muslim Rohingya, membentuk komisi penasihat yang dipimpin oleh mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan.

Baca juga: Panglima Militer Myanmar Lontarkan Retorika Kudeta terhadap Suu Kyi

8. Sehari setelah laporan Annan dirilis pada Agustus 2017, yang menyarankan perubahan besar, militan Rohingya menyerang pasukan keamanan di Negara Bagian Rakhine. Militer menanggapi dengan kampanye yang mencakup pembakaran ratusan desa dan pembunuhan, dan digambarkan oleh komisaris tinggi hak asasi manusia PBB sebagai "contoh buku teks tentang pembersihan etnis".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Pabrik Senjata dan Dirgantara...
Pabrik Senjata dan Dirgantara Meledak di Korsel Tewaskan 5 Orang, Apakah Ada Sabotase?
Pemimpin Militer AS...
Pemimpin Militer AS dan Kuba Bertemu di Guantanamo, Apa yang Dibahas?
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
Meksiko dan Tradisi...
Meksiko dan Tradisi Start Sempurna di Piala Dunia
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Berita Terkini
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved