Raja Yordania: Tidak Ada Perdamaian Jika Masalah Palestina Belum Selesai

Senin, 01 Februari 2021 - 00:44 WIB
loading...
Raja Yordania: Tidak Ada Perdamaian Jika Masalah Palestina Belum Selesai
Raja Yordania, Abdullah II mengatakan, perdamaian dan keamanan tidak dapat diwujudkan tanpa menyelesaikan masalah Palestina, yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Foto/Ist
A A A
AMMAN - Raja Yordania , Abdullah IImengatakan, perdamaian dan keamanan tidak dapat diwujudkan tanpa menyelesaikan masalah Palestina , yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Dia kemudian menegaskan kembali dukungan kembali terhadap Palestina.

Baca juga : Makin Kuat, Grab Peroleh Pendanaan Rp28 Triliun

"Perjuangan Palestina sangat penting bagi Yordania dan kami terus berdiri di samping saudara-saudara Palestina kami dengan semua kekuatan dan kemampuan kami saat mereka berusaha untuk mendapatkan hak mereka yang adil dan sah," kata Raja Abdullah.

Baca juga : Pandemi, Kunjungan Wisman ke Indonesia Capai 4,02 Juta di 2020

Raja Abdullah, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (1/2/2021), menuturkan bahwa Amman akan terus memikul tanggung jawabnya untuk menjaga dan memelihara situs suci Islam, dan Kristen di Yerusalem.

"Yordania akan menggunakan semua kemampuan untuk melestarikan dan melindungi identitas Arab, Islam, dan Kristen di Yerusalem." ungkapnya. Baca juga: Otoritas Palestina Sambut Niat AS Buka Lagi Kantor Penghubung PLO

Seperti diketahui, di bawah hukum internasiona Kementerian Wakaf Yordania bersama dengan Departemen Wakaf yang dikelola Palestina adalah pihak yang mengawasi Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Keduanya ditunjuk sebagai pengawan, karena kedua badan itu adalah otoritas terakhir yang mengawasi Yerusalem sebelum pendudukan Israel pada Juni 1967. Baca juga: Rusia Dukung Proposal Palestina Soal Konferensi Perdamaian Timur Tengah

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel tahun 1967. Tel Aviv kemudian mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 dalam sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.
(esn)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1422 seconds (10.55#12.26)