Merasa Ditipu, Penyerbu Capitol Siap Bersaksi Melawan Trump

Jum'at, 29 Januari 2021 - 16:36 WIB
loading...
Merasa Ditipu, Penyerbu...
Jacob Chansley alias QAnon Shaman bersedia bersaksi melawan Donald Trump dalam sidang pemakzulannya. Foto/CNET
A A A
WASHINGTON - Seorang pelaku penyerbuan gedung US Capitol bersedia bersaksi melawan mantan presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump , dalam sidang pemakzulannya yang akan digelar bulan depan.

Jacob Chansley, yang juga dikenal sebagai "QAnon Shaman", menarik perhatian saat peristiwa penyerbuan gedung US Capitol terjadi. Ia tampil bertelanjang dada dengan mengenakan hiasan kepala bertanduk.

Baca juga : Perang Politik China dan India Korbankan 2.000 Karyawan ByteDance

"Jacob Chansley bersedia hadir di pengadilan pemakzulan Trump pada Februari," kata pengacaranya Albert Watkins kepada Associated Press yang dinukil New Zealand Herald, Jumat (29/1/2021).



Namun, Watkins mengatakan Chansley belum melakukan kontak dengan anggota Senat mana pun.

Baca juga : 4 Varian Baru COVID-19 Muncul di AS, Ini Imbauan bagi WNI di Amerika

Chansley mengklaim dia menghadiri kerusuhan 6 Januari atas permintaan presiden agar semua 'patriot' datang ke Washington pada 6 Januari.

Dia meminta pengampunan dari Trump tetapi ketika ini tidak terjadi, Watkins mengatakan Chansley merasa dikhianati dan ditipu oleh presiden.

"Dia sangat menyesal tidak hanya ditipu oleh presiden tetapi dengan berada dalam posisi di mana dia membiarkan penipuan itu menempatkannya dalam posisi untuk membuat keputusan yang seharusnya tidak dia buat," jelas Watkins, menurut stasiun televisi Missouri KSDK yang berafiliasi NBC.

Baca juga: Pelaku Penyerbuan Capitol 'QAnon Shaman' Minta Pengampunan dari Trump

Lebih dari seminggu setelah Donald Trump meninggalkan Gedung Putih, menghancurkan harapan mereka bahwa dia akan mengekspos komplotan rahasia di seluruh dunia tentang pedofil pemuja setan, beberapa pengikut QAnon telah mengarang cerita yang lebih rumit untuk menjaga kepercayaan mereka tetap hidup.

Namun, beberapa yang lainnya beralih ke terapi dan membuat kelompok diskusi online membicarakan kerusakan yang terjadi ketika keyakinan mereka bertabrakan dengan kenyataan.

Baca juga : KPK Tidak Tutup Kemungkinan Jerat Edhy Prabowo dengan Pasal Pencucian Uang

Teori konspirasi QAnon muncul di dunia maya pada tahun 2017. Pada dasarnya, gerakan tersebut mengklaim Trump sedang melancarkan pertempuran rahasia melawan "deep state" dan sekte Setan yang melecehkan anak-anak yang mendominasi Hollywood, pebisnis besar, media dan pemerintah.

Kelompok ini dinamai Q, sebuah poster anonim yang di mana orang-orang percaya memiliki izin pemerintah yang sangat rahasia dan postingannya diambil sebagai prediksi tentang "rencana" dan "badai" yang akan datang serta "kebangkitan besar" di mana kejahatan akan dikalahkan.

Baca juga: Twitter Suspend Puluhan Ribu Akun QAnon

Para pendukung gerakan tersebut vokal dalam mendukung Trump dan membantu mendorong pemberontak yang menguasai gedung Capitol AS bulan ini. QAnon juga semakin populer di luar negeri.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
2 Gempa Dahsyat M7,2...
2 Gempa Dahsyat M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Banyak Bangunan Ambruk
Rekomendasi
Maroko Temani Brasil...
Maroko Temani Brasil ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Haiti Tersingkir
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
Demam Piala Dunia, Patung...
Demam Piala Dunia, Patung Ikonik Yesus Sang Penebus di Brasil Diselimuti Jersey Samba
Berita Terkini
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved