Senat AS Restui Antony Blinken Jadi Menteri Luar Negeri

Rabu, 27 Januari 2021 - 01:49 WIB
loading...
Senat AS Restui Antony...
Senat AS sepakat untuk menetapkan Anthony Blinken sebagai Menteri Luar Negeri yang baru. Foto/The Denver Channel
A A A
WASHINGTON - Senat Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi Antony Blinken sebagai Menteri Luar Negeri yang baru. Blinken, rekan lama Presiden AS Joe Biden , mendapat persetujuan Senat dengan suara 78-22.

Dengan dikonfirmasinya Blinken, Presiden Joe Biden sekarang memiliki sejumlah anggota kunci untuk tim keamanan nasionalnya. Selain Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan - yang tidak memerlukan konfirmasi Senat - Direktur Intelijen Nasional Avril Haines telah dikonfirmasi pada Hari Pelantikan dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin juga telah dikonfirmasi pada Jumat lalu.

Baca juga: Disetujui Senat, Llyod Austin Jadi Menhan Kulit Hitam Pertama AS

Ditetapkannya Blinken sebagai Menteri Luar Negeri AS disambut baik oleh anggota parlemen di kedua sisi serta asosiasi profesional untuk Dinas Luar Negeri AS.



"Kepemimpinan Departemen Luar Negeri, badan kabinet tertua negara kami, mewakili tanggung jawab besar," kata Asosiasi Dinas Luar Negeri Amerika (AFSA) dalam sebuah pernyataan.

"Seperti yang telah kami lakukan untuk para pendahulunya, AFSA mengucapkan selamat dan selamat datang kepada Menteri Blinken. Kami mengucapkan semoga sukses kepada Menteri dan timnya di tahun-tahun mendatang. AFSA dan anggotanya berjanji untuk bekerja bersama mereka untuk memperkuat karir Dinas Luar Negeri dan melindungi serta meningkatkan institusi diplomasi Amerika," sambung pernyataan itu seperti dilansir dari CNN, Rabu (27/1/2021).

Menteri Luar Negeri AS ke-71 itu menghadapi tantangan untuk memulihkan posisi Amerika di mata dunia dan menghidupkan kembali departemen di mana banyak orang merasa kehilangan semangat di bawah pemerintahan sebelumnya.

Baca juga: Antony Blinken, Calon 'Jenderal' Kebijakan Luar Negeri AS

Dia juga akan berada di garis depan dalam mengarahkan perubahan tajam dari kebijakan luar negeri "America First" ke kebijakan yang berfokus pada multilateralisme dan koalisi.

Selama sidang konfirmasi pekan lalu, Blinken berjanji untuk terlibat kembali dengan Kongres tentang masalah kebijakan utama luar negeri AS.

Dia mendapat tekanan terkait Iran dan upaya untuk bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir 2015. Sementara Blinken menjelaskan bahwa pemerintahan Biden merasa dunia lebih aman dengan kesepakatan nuklir Iran, dia tidak menawarkan secara spesifik rencana untuk bergabung kembali dengan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang mana pemerintahan Trump menarik diri pada 2018.

"Presiden terpilih percaya bahwa jika Iran kembali ke kepatuhan, kami juga akan melakukannya," kata Blinken pada audiensi sehari sebelum pelantikan pekan lalu.

"Tapi, kami akan menggunakannya sebagai platform dengan sekutu dan mitra kami yang sekali lagi akan berada di sisi yang sama dengan kami, untuk mencari kesepakatan yang lebih lama dan lebih kuat. Dan juga, seperti yang Anda dan ketua tunjukkan dengan benar, untuk menangkap masalah lain, terutama yang berkaitan dengan rudal dan aktivitas destabilisasi Iran. Itu akan menjadi tujuannya," imbunya.

"Karena itu, saya pikir kita masih jauh dari sana, kita harus melihat begitu Presiden terpilih menjabat, langkah apa yang sebenarnya diambil dan siap diambil Iran," ujar Blinken.

Baca juga: Menlu Baru AS Mungkin Perluas Keterlibatan Washington di Timur Tengah

Mengenai China, dia mengakui bahwa Presiden Donald Trump benar dalam mengambil pendekatan yang lebih keras ke China.

"Saya sangat tidak setuju, dengan cara dia melakukannya di sejumlah bidang, tetapi prinsip dasarnya adalah benar, dan saya pikir itu sebenarnya membantu kebijakan luar negeri kita," ucap Blinken.

Dia berjanji untuk memulihkan badan yang sekarang dia pimpin, dengan mengatakan berkomitmen untuk memajukan keamanan dan kemakmuran dengan membangun korps diplomatik yang sepenuhnya mewakili Amerika dalam semua bakat dan keragamannya.

Dan di mana pendahulunya Mike Pompeo berjanji untuk membawa "kesombongan," Blinken menyerukan "kerendahan hati dan kepercayaan diri."

"Kerendahan hati karena kita memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan di rumah untuk meningkatkan posisi kita di luar negeri," jelasnya.

Baca juga: Calon Menlu AS Blinken: Turki Tak seperti Sekutu karena Beli S-400 Rusia

"Dan kerendahan hati karena sebagian besar masalah dunia bukan tentang kita, bahkan saat itu memengaruhi kita. Tidak satu pun tantangan besar yang kita hadapi dapat dipenuhi oleh satu negara yang bertindak sendiri - bahkan yang sekuat AS," urainya.

"Tapi kami juga akan bertindak dengan keyakinan bahwa Amerika dalam kondisi terbaiknya masih memiliki kemampuan yang lebih besar daripada negara mana pun di dunia untuk memobilisasi orang lain demi kebaikan yang lebih besar," tegas Blinken.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Menlu Iran kepada AS:...
Menlu Iran kepada AS: Pergi dari Wilayah Kami jika Anda Ingin Selamat!
Rekomendasi
Ruben Onsu Tegur Keras...
Ruben Onsu Tegur Keras Giorgio: Jangan Buat Kesan Seolah Ayahnya Sudah Tidak Ada
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Berita Terkini
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved