Antony Blinken, Calon 'Jenderal' Kebijakan Luar Negeri AS

Selasa, 29 Desember 2020 - 02:01 WIB
loading...
Antony Blinken, Calon...
Antony Blinken (Calon Menlu AS). FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Beberapa waktu lalu Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden merilis nama-nama yang mungkin akan masuk dalam jajaran kabinetnya. Salah satu yang paling disorot adalah jabatan Menteri Luar Negeri, di mana Biden menunjuk Antony Blinken untuk mengisi posisi itu.

Jabatan Menteri Luar Negeri adalah jabatan paling tinggi dalam pemerintahan AS. Menteri Luar Negeri, bukan hanya menjadi pemimpin kebijakan luar negeri AS, tapi juga adalah orang keempat yang bisa menggantikan posisi presiden, jika terjadi sesuatu kepada pemimpin AS.

(Baca: Biden Tunjuk Purnawirawan Jenderal Austin sebagai Menteri Pertahanan )

Blinken bukanlah sosok baru baru bagi Biden. Keduanya sudah mengenal untuk jangka waktu yang cukup lama. Melansir Politico, Blinken menghabiskan masa jabatan enam tahun di Senat AS, sebagai salah satu asisten utama Biden.

Dia bekerja untuk Biden pada 2002 sebagai direktur staf Partai Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri Senat. Biden adalah anggota senior Demokrat di komite itu, sejak 1997 hingga dia menjadi wakil presiden pada 2009.

Selama di Senat, Blinken menjalin hubungan baik dengan Brian McKeon, yang akan menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan AS dan Avril Haines, yang ditunjuk untuk menduduki posisi Wakil Direktur CIA dan wakil penasihat keamanan nasional di Gedung Putih.

Blinken lahir dari orang tua Yahudi dan almarhum ayah tirinya, Samuel Pisar, adalah korban selamat Holocaust yang menulis memoar, "Of Blood and Hope," tentang bagaimana ia selamat dari Nazi, termasuk saat berada di kamp kematian Majdanek, Auschwitz, dan Dachau.

Saat melakukan kunjungan ke Indonesia pada tahun 2016 lalu, saat itu dia masih menjabat sebagai asisten Menteri Luar Negeri AS, Blinken pernah merayakan Paskah Yahudi bersama dengan komunitas Yahudi di Jakarta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Laporan Media: Israel...
Laporan Media: Israel Bangun Jaringan Militer Rahasia di Azerbaijan, Dekat Perbatasan Iran
Menlu Iran kepada AS:...
Menlu Iran kepada AS: Pergi dari Wilayah Kami jika Anda Ingin Selamat!
Rekomendasi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved