Puluhan Ribu Warga Yaman Protes Label Teroris Trump

Selasa, 26 Januari 2021 - 04:04 WIB
loading...
Puluhan Ribu Warga Yaman...
Demonstran memenuhi jalanan di Yaman. Foto/REUTERS
A A A
SANAA - Puluhan ribu warga Yaman berunjuk rasa di Sanaa. Mereka mengikuti seruan gerakan Houthi untuk mengutuk Amerika Serikat (AS) karena mencapnya sebagai kelompok teroris.

Pengunjuk rasa juga mengecam AS yang mendukung koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang memerangi Houthi di Yaman.

Para pengunjuk rasa memenuhi jalan lebar di ibu kota yang dikuasai Houthi, banyak yang memegang spanduk bertuliskan, "Amerika adalah ibu dari terorisme."

Baca juga: Iran Sambut Baik Kesiapan Arab Saudi Gelar Perundingan Bilateral

Keputusan Trump menetapkan Houthi sebagai organisasi teroris asing mulai berlaku pada 19 Januari tetapi sedang ditinjau pemerintahan baru Presiden AS Joe Biden.

Baca infografis: Madinah Dinobatkan Sebagai Kota Paling Sehat Sedunia oleh WHO

Pejabat dan badan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyerukan agar langkah Trump tersebut dicabut karena khawatir memicu kelaparan skala besar.

Lihat video: Hujan Deras Guyur Jakarta, Kali Krukut Kemang Meluap

Tindakan Trump juga dapat mempersulit upaya mengakhiri perang yang menewaskan lebih dari 100.000 orang dan menyebabkan 80% penduduk membutuhkan bantuan.



"Keputusan (penetaan) Amerika tidak hanya menyangkut satu kelompok, tetapi menyangkut setiap warga Yaman, dan dengan demikian, konsekuensinya akan dirasakan semua orang Yaman," ujar pejabat Houthi, Mohammed Haidara, yang termasuk di antara para demonstran, mengatakan pada Reuters.

Yaman utara dikuasai Houthi yang menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional dari kekuasaan di Sanaa pada akhir 2014.

Tindakan Houthi mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi campur tangan beberapa bulan kemudian.

Amerika Serikat dan negara Barat lainnya telah memberikan pasokan senjata dan intelijen kepada koalisi Saudi.

Amerika Serikat dan Arab Saudi melihat gerakan Houthi sebagai perpanjangan pengaruh Iran. Houthi menyangkal menjadi boneka Teheran dan mengatakan mereka memerangi sistem yang korup.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
PBB Tolak Usulan Trump...
PBB Tolak Usulan Trump Relokasi Warga Palestina ke Luar Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved