Iran Desak Biden Segera Kembalikan AS ke JCPOA
Minggu, 24 Januari 2021 - 01:58 WIB
loading...
Iran desak presiden Joe Biden segera mengembalikan AS ke perjanjian nuklir 2015. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
TEHERAN - Iran mendesak presiden baru Amerika Serikat (AS), Joe Biden , untuk memilih jalan yang lebih baik dengan kembali ke perjanjian nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan global. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa peluang tersebut akan hilang jika Washigton bersikeras meminta konsesi lebih lanjut kepada Iran.
"Biden dapat mulai dengan menghapus semua sanksi yang dijatuhkan sejak Trump menjabat dan berusaha untuk masuk kembali dan mematuhi kesepakatan nuklir 2015 tanpa mengubah persyaratan yang dinegosiasikan dengan susah payah," tulis Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di majalah Foreign Affairs.
"Pada gilirannya, Iran akan membalikkan semua langkah perbaikan yang telah diambil setelah penarikan Trump dari kesepakatan nuklir," katanya, menambahkan bahwa inisiatif tersebut benar-benar bertumpu pada Washington seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/1/2021).
Zarif mengatakan pembatasan sementara pada pertahanan dan pengadaan rudal Iran berdasarkan kesepakatan 2015 tidak dapat dinegosiasikan ulang. Dia menegaskan, selain masalah nuklir, Iran bersedia membahas masalah di Timur Tengah.
"Biden dapat mulai dengan menghapus semua sanksi yang dijatuhkan sejak Trump menjabat dan berusaha untuk masuk kembali dan mematuhi kesepakatan nuklir 2015 tanpa mengubah persyaratan yang dinegosiasikan dengan susah payah," tulis Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di majalah Foreign Affairs.
"Pada gilirannya, Iran akan membalikkan semua langkah perbaikan yang telah diambil setelah penarikan Trump dari kesepakatan nuklir," katanya, menambahkan bahwa inisiatif tersebut benar-benar bertumpu pada Washington seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/1/2021).
Zarif mengatakan pembatasan sementara pada pertahanan dan pengadaan rudal Iran berdasarkan kesepakatan 2015 tidak dapat dinegosiasikan ulang. Dia menegaskan, selain masalah nuklir, Iran bersedia membahas masalah di Timur Tengah.
Lihat Juga :