Dua Orang di India Meninggal Setelah Disuntik Vaksin COVID-19

Selasa, 19 Januari 2021 - 20:18 WIB
loading...
Dua Orang di India Meninggal...
Dua orang di India meninggal dunia setelah disuntik vaksin COVID-19. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
NEW DELHI - Dua orang di India meninggal setelah disuntik vaksin COVID-19 . Namun pemerintah India bersikeras bahwa pemberian vaksin tidak bisa disalahkan atas peristiwa tersebut.

Pada hari Minggu, seorang pekerja rumah sakit berusia 52 tahun di Moradabad, Uttar Pradesh meninggal sehari setelah menerima suntikan vaksin COVID-19. Putra pria itu mengatakan kepada media lokal bahwa dia yakin ayahnya meninggal karena efek samping dari vaksin. Dia mengatakan bahwa ayahnya menderita sedikit radang paru-paru, batuk dan pilek sebelum disuntik, namun kondisinya memburuk setelah divaksinasi. Korban mengeluh sesak serta nyeri di dada dan dilarikan ke rumah sakit, di mana dia dinyatakan meninggal.

Namun, pejabat pemerintah mengklaim bahwa korbanmeninggal karena serangan jantung sembari menekankan bahwa kematian tersebut tidak terkait dengan vaksinasi COVID-19. Hasil otopsi mengungkapkan bahwa korban mengalami pembekuan darah dan terdapat kantong nanah di paru-parunya.



"Pasien telah diberikan vaksin Covishield dan ditempatkan di ruang observasi selama 30 menit setelah mendapat suntikan vaksin, di mana dia tidak melaporkan efek samping apa pun," klaim pejabat kesehatan setempat seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (19/1/2021).

Kematian kedua dilaporkan di Bellary di Karnataka. Korbannya laki-laki berusia 43 tahun divaksinasi pada hari Sabtu dan meninggal pada hari Senin. Pemerintah mengatakan pria itu menderita gagal jantung paru. Tidak jelas obat apa yang diberikan kepadanya.

India memberikan persetujuan darurat untuk dua varian vaksin COVID-19 awal bulan ini: Covaxin dari Bharat Biotech, dan Covishield, vaksin yang didasarkan pada formula AstraZeneca/Oxford dan diproduksi oleh Serum Institute of India.

Menurut media India, India Today, kedua korban termasuk di antara tujuh kasus reaksi parah terhadap vaksin COVID-19 setelah dimulainya kampanye vaksinsasi nasional pada akhir pekan lalu.

Baca juga: India Luncurkan Kampanye Vaksinasi COVID-19 Terbesar di Dunia

Awal pekan ini produsen vaksin COVID-19 India, Bharat Biotech, mengeluarkan lembar fakta yang menyarankan agar tidak memberikan vaksin kepada seseorang yang menderita "alergi apa pun" atau imunokompromi.

Dokumen itu juga mengatakan bahwa orang dengan demam atau gangguan pendarahan sebaiknya tidak diberikan vaksin.

India berharap dapat memvaksinasi 300 juta orang pada Agustus, dimulai dengan 30 juta dokter, perawat, dan pekerja di garis depan lainnya. New Delhi memuji upaya imunisasi, yang disebut sebagai yang terbesar di dunia, sebagai kemenangan kesehatan masyarakat. Namun anggota parlemen dan pengawas menuduh pemerintah mempercepat persetujuan untuk dua vaksin tersebut.

Vaksin Covaxin asli India belum menyelesaikan uji coba fase tiga, dan ada juga masalah transparansi seputar Covishield.

Baca juga: Perangi COVID-19, India Setujui Dua Vaksin
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved