Mengerikannya Pandemi COVID-19 di Brasil, 1.000 Meninggal Setiap Hari

loading...
Mengerikannya Pandemi COVID-19 di Brasil, 1.000 Meninggal Setiap Hari
Brasil melaporkan 1.000 kematian akibat COVID-19 untuk hari kelima berturut-turut. Foto/Ilustrasi
BRASILIA - Brasil melaporkan lebih dari 1.000 kematian karena COVID-19 untuk hari kelima secara berturut-turut. Laporan itu dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan negara yang berada di Amerika Selatan itu.

Dalam laporannya, Kementerian Kesehatan Brasil menyatakan, ada 61.567 kasus baru virus Corona yang terkonfirmasi dalam dalam 24 jam terakhir dan 1.050 kematian, hari kelima berturut-turut dengan lebih dari 1.000 kematian.

Brasil kini telah mencatat 8.455.059 kasus sejak pandemi dimulai, dan jumlah kematian resmi telah meningkat menjadi 209.296, menurut data kementerian. Ini adalah wabah terburuk ketiga di dunia di luar Amerika Serikat dan India seperti dikutip dari Reuters, Minggu (17/1/2021).





Selain menghadapi gelombang kedua, Brasil sekarang juga berurusan dengan varian virus Corona baru yang berpotensi lebih menular yang berasal dari Amazon. Kondisi ini mendorong Inggris untuk memberlakukan larangan masuknya orang Brasil. Langkah Inggris kemudian diikuti oleh Italia.

Baca juga: Cegah Varian Virus Corona Brasil, Inggris Larang Penerbangan dari Amerika Latin

Pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro , seorang sayap kanan yang merupakan mantan kapten angkatan darat dan sosok yang skeptis dengan pandemi COVID-19, mendapat kecaman keras atas penanganan krisis dan kegagalannya untuk menggelar program vaksinasi.



Bolsonaro dan pemerintahnya telah menyerukan "pengobatan dini" gejala COVID-19 sebagai bagian dari kampanye untuk mempromosikan penggunaan obat anti-malaria hydroxychloroquine, meskipun penelitian mendiskreditkan pengobatan semacam itu.

Platform media sosial Twitter bahkan sampai memperingatkan Kementerian Kesehatan Brasil bahwa tweet minggu lalu yang menyarankan orang-orang yang khawatir tentang gejala COVID-19 untuk memulai "pengobatan dini" melanggar aturannya tentang menyebarkan informasi yang menyesatkan dan berpotensi berbahaya tentang virus Corona baru.

Baca juga: Tingkat Kemanjuran Vaksin Sinovac China di Brasil Hanya 50,4%

"Namun, Twitter telah memutuskan bahwa mungkin merupakan kepentingan publik agar Tweet tetap dapat diakses," bunyi peringatan itu.
(ber)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top