Jelang Lengser, Trump Kembalikan Kuba ke Daftar Sponsor Terorisme

Selasa, 12 Januari 2021 - 16:06 WIB
loading...
Jelang Lengser, Trump...
Jelang lengser, Pemerintah Trump mengembalikan Kuba ke dalam daftar negara sponsor terorisme. Foto/Agri-Pulse
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Trump pada hari Senin mengumumkan akan mengembalikan Kuba ke daftar negara sponsor terorisme . Langkah ini diyakini dapat mempersulit upaya apa pun oleh pemerintahan Biden yang akan datang untuk mengendurkan ketegangan dengan Havana seperti di era Obama.

Hanya sembilan hari sebelum Presiden Republik Donald Trump meninggalkan jabatannya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan Kuba telah masuk daftar karena berulang kali memberikan dukungan untuk tindakan terorisme internasional dengan menyembunyikan buronan AS dan pemimpin pemberontak Kolombia.

Pompeo juga mengutip dukungan keamanan Kuba yang diperintah Komunis untuk Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang menurutnya telah memungkinkan pemimpin sosialis itu untuk mempertahankan cengkeramannya pada kekuasaan dan menciptakan lingkungan yang permisif bagi teroris internasional untuk hidup dan berkembang di Venezuela.



"Dengan tindakan ini, kami akan sekali lagi meminta pertanggungjawaban pemerintah Kuba dan mengirimkan pesan yang jelas: rezim Castro harus mengakhiri dukungannya terhadap terorisme internasional dan subversi terhadap keadilan AS," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/1/2021).

Dalam pengumuman itu, Pompeo memilih, antara lain, kasus buronan AS yang paling terkemuka di Kuba: Joanne Chesimard, yang melarikan diri ke sana setelah melarikan diri dari penjara New Jersey menyusul hukumannya karena membunuh seorang polisi Negara Bagian New Jersey pada tahun 1973 dan yang mengubah namanya menjadi Assata Shakur.

Pompeo juga mengutuk penolakan Kuba atas permintaan Kolombia untuk mengekstradisi para pemimpin kelompok pemberontak ELN setelah mengklaim bertanggung jawab atas serangan di akademi polisi Bogota pada Januari 2019 yang menewaskan 22 orang.(Baca juga: Arnold Schwarzenegger Samakan Pendukung Trump dengan Nazi )

Para pemimpin Tentara Pembebasan Nasional (ELN), kelompok gerilyawan aktif terbesar di Kolombia, melakukan perjalanan ke Havana sebagai bagian dari negosiasi perdamaian yang runtuh setelah serangan itu.

Kuba telah menerima pujian di masa lalu karena menjadi tuan rumah pembicaraan damai yang berhasil antara pemerintah Kolombia dan mantan tentara pemberontak FARC.

Keputusan ini pun menuai kecaman dari Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inilah 4 Negara NATO...
Inilah 4 Negara NATO yang Pro Israel, Siapa Saja Itu?
Heboh, Menhan AS Pete...
Heboh, Menhan AS Pete Hegseth Pamer Tato Bertuliskan Kafir
Putin Sebut AS Serius...
Putin Sebut AS Serius Ingin Caplok Greenland, Ini yang Dikhawatirkan Rusia
Houthi Yaman Tembakkan...
Houthi Yaman Tembakkan Rudal ke Israel dan Kapal Induk Nuklir AS
Era Hubungan Dekat Kanada-AS...
Era Hubungan Dekat Kanada-AS Sudah Berakhir, Seteru 2 Sekutu NATO Memanas
Eks Jenderal Tertinggi...
Eks Jenderal Tertinggi Ukraina: Pasal 5 NATO Itu Tak Ada, Anggotanya Tak Dilindungi dari Rusia
AS Beri Israel Semua...
AS Beri Israel Semua Senjata yang Dibutuhkan untuk Lanjutkan Genosida di Gaza
Kemlu RI : Belum Ada...
Kemlu RI : Belum Ada Informasi WNI Jadi Korban Gempa Myanmar
Profil Paetongtarn Shinawatra,...
Profil Paetongtarn Shinawatra, PM Thailand yang Pernah Jadi Pelayan Restoran
Rekomendasi
Ribuan Pemudik Padati...
Ribuan Pemudik Padati Jalur Arteri Karawang Malam Ini, Lalu Lintas Padat Merayap
Wulan Guritno Bekukan...
Wulan Guritno Bekukan Sel Telur demi Punya Anak sebelum Usia 45 Tahun
Program Mudik Gratis...
Program Mudik Gratis Taspen dan Bank Mantap Antar 160 Pemudik Pulang Kampung
Berita Terkini
Gempa 7,7 Skala Richter...
Gempa 7,7 Skala Richter Guncang Myanmar, Ini 3 Fakta tentang Sesar Sagaing
25 menit yang lalu
Korban Gempa Myanmar...
Korban Gempa Myanmar Bertambah, 144 Orang Tewas dan 730 Terluka
2 jam yang lalu
Gedung 30 Lantai Roboh...
Gedung 30 Lantai Roboh Akibat Gempa di Bangkok, Pekerja Ungkap Cerita Mengerikan Lolos dari Maut
3 jam yang lalu
Gempa Besar 7,7 SR,...
Gempa Besar 7,7 SR, Gedung Pencakar Langit di Bangkok Roboh
3 jam yang lalu
Gempa Besar, Listrik...
Gempa Besar, Listrik dan Internet Padam di Myanmar, Situasi Mulai Membaik di Thailand
4 jam yang lalu
Gempa Guncang Thailand...
Gempa Guncang Thailand dan Myanmar, KBRI Ungkap Belum Ada Laporan Korban WNI
5 jam yang lalu
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved