Jelang Lengser, Trump Kembalikan Kuba ke Daftar Sponsor Terorisme
Selasa, 12 Januari 2021 - 16:06 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi langkah Trump bisa membuat Biden lebih sulit untuk melanjutkan pemulihan hubungan ketika dia menjabat. Suriah, Iran, dan Korea Utara (Korut) adalah negara lain yang berada dalam daftar.
Trump terus memberikan pengumuman sanksi dalam 11 jam terakhir dan tindakan lain terhadap sejumlahh target termasuk Kuba, Venezuela dan Iran. Para pembantu Biden mengatakan beberapa kebijakan itu tampaknya dirancang untuk mengikat tangannya ketika dia dilantik pada 20 Januari nanti.
"Kami telah mencatat manuver menit-menit terakhir ini," kata seorang pejabat Biden. Tim transisi Biden saat sedang meninjau masing-masing kebijakan tersebut.
Senator Partai Demokrat Patrick Leahy, seorang pendukung setia pemulihan hubungan Obama, mengutuk Pompeo atas sebutan yang dipolitisasi secara terang-terangan, dengan mengatakan: "Terorisme domestik di Amerika Serikat menimbulkan ancaman yang jauh lebih besar bagi orang Amerika."
Masuknya kembali Kuba ke dalam daftar negara sponsor terorisme memiliki makna simbolis yang berat bagi Havana, yang telah lesu selama beberapa dekade di bawah kebijakan AS itu, meskipun tidak jelas seberapa besar dampak praktisnya.
Kebijakan tersebut mengandung larangan atas bantuan ekonomi AS, larangan ekspor senjata AS, kontrol atas barang-barang "penggunaan ganda" dengan aplikasi militer dan sipil, dan persyaratan bahwa Amerika Serikat menentang pinjaman ke Kuba oleh institusi seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional.
Tetapi banyak dari pembatasan itu sudah ada - atau bahkan telah diperketat oleh Trump - dan embargo ekonomi AS yang telah berlangsung puluhan tahun tetap ada dan hanya dapat dicabut oleh Kongres.(Baca juga: Kuba: AS Lakukan Kampanye Kotor Terhadap Bantuan Medis Kami )
Trump terus memberikan pengumuman sanksi dalam 11 jam terakhir dan tindakan lain terhadap sejumlahh target termasuk Kuba, Venezuela dan Iran. Para pembantu Biden mengatakan beberapa kebijakan itu tampaknya dirancang untuk mengikat tangannya ketika dia dilantik pada 20 Januari nanti.
"Kami telah mencatat manuver menit-menit terakhir ini," kata seorang pejabat Biden. Tim transisi Biden saat sedang meninjau masing-masing kebijakan tersebut.
Senator Partai Demokrat Patrick Leahy, seorang pendukung setia pemulihan hubungan Obama, mengutuk Pompeo atas sebutan yang dipolitisasi secara terang-terangan, dengan mengatakan: "Terorisme domestik di Amerika Serikat menimbulkan ancaman yang jauh lebih besar bagi orang Amerika."
Masuknya kembali Kuba ke dalam daftar negara sponsor terorisme memiliki makna simbolis yang berat bagi Havana, yang telah lesu selama beberapa dekade di bawah kebijakan AS itu, meskipun tidak jelas seberapa besar dampak praktisnya.
Kebijakan tersebut mengandung larangan atas bantuan ekonomi AS, larangan ekspor senjata AS, kontrol atas barang-barang "penggunaan ganda" dengan aplikasi militer dan sipil, dan persyaratan bahwa Amerika Serikat menentang pinjaman ke Kuba oleh institusi seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional.
Tetapi banyak dari pembatasan itu sudah ada - atau bahkan telah diperketat oleh Trump - dan embargo ekonomi AS yang telah berlangsung puluhan tahun tetap ada dan hanya dapat dicabut oleh Kongres.(Baca juga: Kuba: AS Lakukan Kampanye Kotor Terhadap Bantuan Medis Kami )
(ber)
Lihat Juga :