Kasihan Trump, Marah dan Mengisolir Diri di Gedung Putih

loading...
Kasihan Trump, Marah dan Mengisolir Diri di Gedung Putih
Presiden AS Donald Trump. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Kondisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah para pendukungnya menyerbu gedung US Capitol kini dikabarkan semakin memprihatinkan.

Trump dikabarkan semakin mengisolasi diri di dalam Gedung Putih. Dia hanya mengandalkan sekelompok kecil orang yang benar-benar pendukung fanatiknya. Dia pun memarahi orang-orang yang berani berbeda pendapat dengannya.

(Baca Juga : Joe Biden: Massa Perusuh Gedung Capitol Adalah Teroris! )

"Para pejabat keamanan nasional yang setia pada sumpah mereka kepada Konstitusi akan berjaga-jaga sampai Hari Pelantikan dan kemudian akan menyerahkan kekuasaan kepada presiden baru yang terpilih," ungkap seorang pejabat pemerintah AS pada Reuters.



Empat anggota kabinet teratas Trump yakni Menteri Luar Negeri (Menlu) Mike Pompeo, Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Pelaksana Menteri Pertahanan Christopher Miller dan Pelaksana Jaksa Agung Jeffrey Rosen, diperkirakan tak akan mundur. (Baca Juga: Menteri Transportasi dan Pendidikan Mundur, Staf Gedung Putih Eksodus)

“Namun sejumlah staf menteri yang lebih rendah masih dapat meninggalkan Gedung Putih,” ungkap seseorang yang mengetahui masalah tersebut. (Baca Juga: Seorang Polisi US Capitol Meninggal Akibat Luka Diserang Perusuh)

Penasihat Departemen Luar Negeri AS untuk Iran, Gabriel Noronha, dipecat setelah tweet yang menyatakan, “Trump sepenuhnya tidak layak untuk tetap menjabat." (Baca Juga: Setelah US Capitol Diserbu, Kini Para Politisi Israel yang Ketakutan)



Kepala Staf Ibu Negara AS Melania Trump, Stephanie Grisham, juga mengundurkan diri pada Rabu. (Lihat Infografis: Jet Siluman F-35 Inggris Bakal Dilengkapi Rudal Maut SPEAR3)
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top