Trump Ingin Membangun Legasi untuk Dikenang oleh Dunia, Berikut 2 Strateginya
Selasa, 25 Februari 2025 - 04:40 WIB
loading...
Donald Trump ingin membangun legasi sebagai pembawa perdamaian. Foto/X
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin menjadi pemimpin yang selalu diingat dalam sejarah di negaranya dan di seluruh dunia. Karena itu dia memiliki strategi khusus untuk mewujudkannya.
Bukan hanya karena banyak gebrakannya untuk mewujudkan kepentingan AS di atas segalanya. Tetapi, dia juga memiliki legasi untuk menjadi presiden yang dicintai rakyatnya.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut kepada banyak orang di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) pada hari Sabtu, yang berkumpul untuk memperingati bulan pertamanya menjabat. Trump telah berulang kali menyatakan niatnya untuk segera mengakhiri konflik Ukraina, dengan alasan bahwa ia memiliki "kekuatan untuk mengakhiri perang ini" untuk "menyelamatkan nyawa."
"Saya berharap warisan terbesar saya adalah sebagai pembawa perdamaian, bukan penakluk, saya tidak ingin menjadi penakluk," kata presiden AS kepada hadirin.
Pernyataan itu tampaknya merujuk pada pendahulunya Joe Biden, yang menghabiskan miliaran dolar untuk mempersenjatai Kiev dan secara besar-besaran meningkatkan pasokan senjata ke Ukraina pada minggu-minggu terakhir masa jabatannya.
Trump telah berulang kali menyalahkan Biden atas konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung, dengan mengklaim bahwa perang tidak akan pernah meletus jika ia tetap menjabat. Menurut Trump, pernyataan pendahulunya tentang kemungkinan Kiev bergabung dengan NATO merupakan provokasi kritis yang secara langsung berkontribusi pada konflik tersebut.
Baca Juga: Rusia Tetap Jadi Pemenang, Ukraina Kalah Memalukan
Bukan hanya karena banyak gebrakannya untuk mewujudkan kepentingan AS di atas segalanya. Tetapi, dia juga memiliki legasi untuk menjadi presiden yang dicintai rakyatnya.
Trump Ingin Membangun Legasi untuk Dikenang oleh Dunia, Berikut 2 Strateginya
1. Ingin Dikenang Membangun Perdamaian
Presiden AS Donald Trump mengatakan ia ingin dikenang oleh sejarah sebagai "pembawa perdamaian," dan menegaskan kembali komitmennya untuk mengakhiri konflik militer, khususnya krisis Ukraina.Ia menyampaikan pernyataan tersebut kepada banyak orang di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) pada hari Sabtu, yang berkumpul untuk memperingati bulan pertamanya menjabat. Trump telah berulang kali menyatakan niatnya untuk segera mengakhiri konflik Ukraina, dengan alasan bahwa ia memiliki "kekuatan untuk mengakhiri perang ini" untuk "menyelamatkan nyawa."
"Saya berharap warisan terbesar saya adalah sebagai pembawa perdamaian, bukan penakluk, saya tidak ingin menjadi penakluk," kata presiden AS kepada hadirin.
2. Ingin Jadi Pemimpin Pemersatu
Pernyataan itu menggemakan pidato pelantikannya, ketika Trump mengatakan ia ingin dikenang sebagai "pembawa perdamaian dan pemersatu," menambahkan bahwa kekuatan suatu bangsa harus diukur dari perang yang diakhirinya atau dicegahnya, bukan dari perang yang dimenangkannya.Pernyataan itu tampaknya merujuk pada pendahulunya Joe Biden, yang menghabiskan miliaran dolar untuk mempersenjatai Kiev dan secara besar-besaran meningkatkan pasokan senjata ke Ukraina pada minggu-minggu terakhir masa jabatannya.
Trump telah berulang kali menyalahkan Biden atas konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung, dengan mengklaim bahwa perang tidak akan pernah meletus jika ia tetap menjabat. Menurut Trump, pernyataan pendahulunya tentang kemungkinan Kiev bergabung dengan NATO merupakan provokasi kritis yang secara langsung berkontribusi pada konflik tersebut.
Baca Juga: Rusia Tetap Jadi Pemenang, Ukraina Kalah Memalukan
Lihat Juga :