Setelah US Capitol Diserbu, Kini Para Politisi Israel yang Ketakutan

Jum'at, 08 Januari 2021 - 15:47 WIB
loading...
Setelah US Capitol Diserbu,...
Pendukung Presiden Donald Trump memanjat dinding gedung US Capitol, Washington. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Setelah gedung US Capitol diserbu para pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump , kini Israel yang merasa ketakutan.

Para pejabat Israel dan sejumlah partai politik mengkritik Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu karena tidak mengomentari peristiwa penyerbuan di gedung Kongres AS tersebut.

Mereka pun khawatir penyerbuan semacam itu dapat terjadi di Israel dengan kondisi politik sekarang.

Anggota parlemen Israel, Knesset, Orna Barbivai menyatakan, "Netanyahu harus menghubungi temannya Donald Trump untuk memberitahunya bahwa adegan ini tidak akan ditiru di Israel." (Baca Juga: Hallel Rabin, Gadis yang Menolak Jadi Tentara Israel dan Memilih Dipenjara)

"Apa yang terjadi di Washington bisa terjadi di Israel sehari setelah pemilu, karena Netanyahu melanjutkan hasutannya melawan pengadilan," papar anggota Knesset Eli Avidar. (Lihat Infografis: Jet Siluman F-35 Inggris Bakal Dilengkapi Rudal Maut SPEAR3)

Anggota Knesset Ofer Shelah menambahi, "Apa yang terjadi di AS, meskipun merupakan negara demokrasi terkuat dan paling menonjol, menunjukkan bahwa satu orang dapat merusak fondasi satu negara. Oleh karena itu, kita harus melindungi sistem demokrasi di Israel sebelum terlambat." (Lihat Video: Rutin Olahraga, Gubernur dan Wagub Sulteng Terinfeksi Covid-19)

Pemimpin Partai Harapan Baru Gideon Sa'ar juga menegaskan, "Apa yang terjadi di Amerika Serikat mengingatkan kita tentang apa yang juga bisa terjadi di Israel karena keadaan polarisasi dan ekstremisme."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Berita Terkini
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved