Situasi Gedung Capitol Chaos, Trump Didesak Tutup Mulut
Kamis, 07 Januari 2021 - 03:43 WIB
loading...
Pasukan keamanan berdatangan ke Gedung Capitol setelah massa pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump marah dan menyerbu gedung parlemen tersebut, Rabu (6/1/2021). Foto/REUTERS/Kevin Dietsch
A
A
A
WASHINGTON - Situasi di Gedung Capitol chaos atau kacau setelah massa pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah dan menyerbu gedung tersebut, Rabu waktu Washington atau Kamis (7/1/2021) WIB. Amuk massa terjadi setelah Kongres menghitung suara elektoral pemilihan presiden ( pilpres ) Amerika.
Lantaran situasi yang kacau, Gedung Capitol di-lockdown dan Kongres berhenti menghitung suara elektoral. (Baca: Massa Pendukung Trump Serbu Gedung Capitol, Situasi Chaos )
Mantan kepala polisi Washington D.C., Charles Ramsey, menyalahkan Presiden Trump atas situasi kacau tersebut. Dia mendesak Trump tutup mulut dan menyingkir.
"Pria itu seperti kanker," kata Ramsey kepada CNN, merujuk pada Trump.
"Pada suatu saat, jika dia tidak akan melakukan hal yang benar dan menyuruh mereka keluar dari Capitol, dan bertingkah seakan-akan mereka punya akal sehat, maka diam saja," ujarnya.
"Dia menghasut mereka. Dia membuat semua ini berjalan. Ini hampir seperti upaya kudeta seperti yang pernah dilihat negara ini. Itulah yang Anda lihat pada orang-orang. Itulah yang Anda lihat. Dan itu pasti konyol," paparnya.
Lantaran situasi yang kacau, Gedung Capitol di-lockdown dan Kongres berhenti menghitung suara elektoral. (Baca: Massa Pendukung Trump Serbu Gedung Capitol, Situasi Chaos )
Mantan kepala polisi Washington D.C., Charles Ramsey, menyalahkan Presiden Trump atas situasi kacau tersebut. Dia mendesak Trump tutup mulut dan menyingkir.
"Pria itu seperti kanker," kata Ramsey kepada CNN, merujuk pada Trump.
"Pada suatu saat, jika dia tidak akan melakukan hal yang benar dan menyuruh mereka keluar dari Capitol, dan bertingkah seakan-akan mereka punya akal sehat, maka diam saja," ujarnya.
"Dia menghasut mereka. Dia membuat semua ini berjalan. Ini hampir seperti upaya kudeta seperti yang pernah dilihat negara ini. Itulah yang Anda lihat pada orang-orang. Itulah yang Anda lihat. Dan itu pasti konyol," paparnya.
Lihat Juga :