Macron: Brexit Adalah Produk dari Kebohongan dan Janji Palsu
Sabtu, 02 Januari 2021 - 10:21 WIB
loading...
A
A
A
Macron mengatakan bahwa Prancis adalah yang utama di Eropa. menambahkan bahwa dia akan melakukan segalanya untuk memastikan Prancis tetap menjadi tuan atas takdir dan hidupnya
"Beberapa hari lalu, kami mencapai kesepakatan untuk mengatur hubungan masa depan kami, membela kepentingan kami, industri kami, nelayan kami dan persatuan kami," kata Presiden Prancis itu.
Pekan lalu, UE dan Inggris mencapai kesepakatan tentang perdagangan pasca-Brexit mereka setelah 11 bulan negosiasi yang sulit. Masalah perikanan merupakan salah satu batu sandungan utama selama pembicaraan. Inggris mendorong pemotongan 60 persen dalam pangsa ikan UE di perairan Inggris, sesuatu yang menurut UE sama sekali tidak dapat diterima.(Baca juga: Inggris dan Uni Eropa Capai Kesepakatan Brexit )
Macron berulang kali menolak untuk menyerah pada tuntutan penangkapan ikan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan ketegangan antara kedua kepala negara itu menjadi salah satu kendala terbesar yang menghalangi kesepakatan. Kedua belah pihak akhirnya menemukan kompromi, memastikan bahwa London akan memiliki hak untuk sepenuhnya mengecualikan kapal UE setelah 2026, sementara Brussel dapat menanggapi dengan pajak atas ekspor ikan Inggris ke UE.
"Beberapa hari lalu, kami mencapai kesepakatan untuk mengatur hubungan masa depan kami, membela kepentingan kami, industri kami, nelayan kami dan persatuan kami," kata Presiden Prancis itu.
Pekan lalu, UE dan Inggris mencapai kesepakatan tentang perdagangan pasca-Brexit mereka setelah 11 bulan negosiasi yang sulit. Masalah perikanan merupakan salah satu batu sandungan utama selama pembicaraan. Inggris mendorong pemotongan 60 persen dalam pangsa ikan UE di perairan Inggris, sesuatu yang menurut UE sama sekali tidak dapat diterima.(Baca juga: Inggris dan Uni Eropa Capai Kesepakatan Brexit )
Macron berulang kali menolak untuk menyerah pada tuntutan penangkapan ikan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan ketegangan antara kedua kepala negara itu menjadi salah satu kendala terbesar yang menghalangi kesepakatan. Kedua belah pihak akhirnya menemukan kompromi, memastikan bahwa London akan memiliki hak untuk sepenuhnya mengecualikan kapal UE setelah 2026, sementara Brussel dapat menanggapi dengan pajak atas ekspor ikan Inggris ke UE.
(ber)
Lihat Juga :