Inggris Mulai Babak Baru Kemandirian dari Uni Eropa
Kamis, 31 Desember 2020 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Inggris-Jepang (CEPA), yang ditandatangani pada Oktober tahun ini, adalah penjanjian perdagangan besar pertama Inggris sebagai negara perdagangan yang independen.
Sekarang Inggris akan menindaklanjuti kesepakatan perdagangan dengan Australia, Selandia Baru, dan negara lainnya di dunia. Proses ini tengah berlangsung dengan 58 negara di seluruh dunia.
Dengan Indonesia, Inggris akan menyelesaikan Tinjauan Perdagangan Gabungan Inggris dengan Kementerian Perdagangan Indonesia pada awal 2021 dan berencana mengadakan dialog perdagangan secara berkala untuk melihat potensi kerjasama dan kemitraan yang secara ekonomi saling menguntungkan
Di AS, Inggris berharap dapat memperbarui kemitraan yang sangat berharga dan sudah berjalan cukup lama untuk mengatasi ancaman baru dan menjadi kekuatan untuk kebaikan di panggung dunia, memajukan kepentingan bersama, dari perubahan iklim hingga perdagangan dan keamanan.
Inggris adalah pemimpin global dalam mengambil tindakan iklim, menjadi ekonomi besar pertama yang secara hukum mengabadikan komitmen mencapai nol emisi karbon bersih pada 2050. Bersama Italia, Inggris menjadi tuan rumah COP26 untuk menggalang upaya internasional dalam mengatasi perubahan iklim.
Inggris berkomitmen pada hak asasi manusia universal dan kebebasan fundamental. Inggris telah menunjukkan fondasi moral warisan leluhur, dengan menetapkan rezim sanksi 'Magnitsky' Inggris, untuk meminta pertanggungjawaban kepada para pelanggar hak asasi manusia.
“Kami terus berkampanye secara global untuk kebebasan pers, bekerja dengan mitra seperti Indonesia, memperjuangkan pers yang bebas demi memperkuat perlindungan hak asasi manusia,” papar Kedubes Inggris.
“Kami akan selalu menjadi negara global yang bervisi ke luar, siap bekerja dengan mitra baru dan lama di seluruh dunia. Kami yakin 2021 adalah tahun pemulihan dan pembaruan,” pungkas Kedubes Inggris.
Sekarang Inggris akan menindaklanjuti kesepakatan perdagangan dengan Australia, Selandia Baru, dan negara lainnya di dunia. Proses ini tengah berlangsung dengan 58 negara di seluruh dunia.
Dengan Indonesia, Inggris akan menyelesaikan Tinjauan Perdagangan Gabungan Inggris dengan Kementerian Perdagangan Indonesia pada awal 2021 dan berencana mengadakan dialog perdagangan secara berkala untuk melihat potensi kerjasama dan kemitraan yang secara ekonomi saling menguntungkan
Di AS, Inggris berharap dapat memperbarui kemitraan yang sangat berharga dan sudah berjalan cukup lama untuk mengatasi ancaman baru dan menjadi kekuatan untuk kebaikan di panggung dunia, memajukan kepentingan bersama, dari perubahan iklim hingga perdagangan dan keamanan.
Inggris adalah pemimpin global dalam mengambil tindakan iklim, menjadi ekonomi besar pertama yang secara hukum mengabadikan komitmen mencapai nol emisi karbon bersih pada 2050. Bersama Italia, Inggris menjadi tuan rumah COP26 untuk menggalang upaya internasional dalam mengatasi perubahan iklim.
Inggris berkomitmen pada hak asasi manusia universal dan kebebasan fundamental. Inggris telah menunjukkan fondasi moral warisan leluhur, dengan menetapkan rezim sanksi 'Magnitsky' Inggris, untuk meminta pertanggungjawaban kepada para pelanggar hak asasi manusia.
“Kami terus berkampanye secara global untuk kebebasan pers, bekerja dengan mitra seperti Indonesia, memperjuangkan pers yang bebas demi memperkuat perlindungan hak asasi manusia,” papar Kedubes Inggris.
“Kami akan selalu menjadi negara global yang bervisi ke luar, siap bekerja dengan mitra baru dan lama di seluruh dunia. Kami yakin 2021 adalah tahun pemulihan dan pembaruan,” pungkas Kedubes Inggris.
(sya)
Lihat Juga :