AS Sahkan Penggunaan Vaksin COVID-19 Moderna

Sabtu, 19 Desember 2020 - 09:37 WIB
loading...
A A A
Perusahaan bioteknologi ini telah bekerja dengan pemerintah AS untuk mempersiapkan distribusi 5,9 juta vaksin paling cepat akhir pekan ini.

Keputusan FDA didasarkan pada hasil studi tahap akhir terhadap 30.000 sukarelawan yang menemukan bahwa vaksin tersebut hampir 95% efektif dalam mencegah penyakit akibat COVID-19 tanpa masalah keamanan yang serius.

“Otorisasi vaksin Moderna berarti kami dapat mempercepat vaksinasi petugas kesehatan garis depan dan orang Amerika di fasilitas perawatan jangka panjang, dan, pada akhirnya, mengakhiri pandemi ini lebih cepat,” kata Menteri Kesehatan AS Alex Azar dalam sebuah pernyataan, mencatat kemitraan ilmuwan National Institutes of Health dengan Moderna dalam vaksin.(Baca juga: Penasihat FDA Rekomendasikan Vaksin COVID-19 Moderna )

Vaksinasi Moderna diharapkan dapat digunakan di lokasi yang lebih sulit dijangkau, seperti rumah sakit pedesaan. Vaksin perlu disimpan dan dikirim dalam keadaan beku, tetapi tidak memerlukan suhu ultra-dingin dari suntikan seperti milik Pfizer/BioNTech.

Setelah dicairkan, vaksin Moderna dapat disimpan pada suhu lemari es biasa. Vaksin ini diberikan dalam dua suntikan dengan jarak 28 hari.

Di antara kedua vaksin tersebut, Pfizer-BionTech dan Moderna, AS mengharapkan 40 juta dosis sebelum akhir tahun, cukup untuk memvaksinasi 20 juta orang, karena keduanya memerlukan dua suntikan.

Presiden AS Donald Trump di Twitter memuji otorisasi tersebut. “Selamat, vaksin Moderna sekarang tersedia!” tulisnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
3 Proyek Kontroversial...
3 Proyek Kontroversial yang Dituding Dijalankan USAID, dari Senjata Biologis hingga Covid
Elon Musk: USAID Danai...
Elon Musk: USAID Danai Riset Senjata Biologis, Termasuk Proyek Kemunculan Covid-19
Kronologi CIA Ubah Pandangan...
Kronologi CIA Ubah Pandangan Asal-usul Covid-19, dari Kebocoran Laboratorium?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
1 Anggota Pasukan Perdamaian...
1 Anggota Pasukan Perdamaian PBB Tewas, 2 Terluka Akibat Serangan Artileri di Lebanon
Tegas, Trump Larang...
Tegas, Trump Larang Netanyahu Balas Serangan Iran: Dia Harus Nurut!
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
Berita Terkini
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved