Ini 3 Rudal Penyelamat Moskow dari Serangan Nuklir AS saat Perang Dingin

Sabtu, 19 Desember 2020 - 03:38 WIB
loading...
Ini 3 Rudal Penyelamat...
Rudal balistik antarbenua RS-20 Rusia atau dikenal sebagai rudal Setan. Foto/Russia Today
A A A
MOSKOW - Tanggal 17 Desember menandai peringatan 40 tahun tiga rudal balistik antarbenua(ICBM) canggih; RS-16B, RS-18B, dan RS-20B, memasuki layanan Angkatan Bersenjata Uni Soviet yang kini bernama Rusia .

Ketiga misil inilah yang membuat Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mengurungkan niat untuk meluncurkan serangan nuklir terhadap Moskow di tengah panasnya Perang Dingin di masa silam.

Ketiga ICBM itu jadi andalan keamanan Uni Soviet secara signifikan pada puncak Perang Dingin di awal 1980-an, ketika Presiden AS saat itu Ronald Reagan terkenal menyebut Uni Soviet sebagai "kerajaan jahat". (Baca: Kegiatan Baca Al-Qur'an Diguncang Bom,15 Anak Meninggal )

Berikut wawasan singkat tentang ketiga ICBM itu seperti diuraikan kantor berita Sputniknews, Sabtu (19/12/2020).

1. RS-16B

Versi modern dari R-16 ICBM ini tidak diragukan lagi merupakan perangkat keras militer yang harus diperhitungkan, terutama mengingat hasil ledakannya hingga 16 Mt (megaton), yang jauh lebih kuat daripada bom atom "Fat Boy" yang dijatuhkan oleh AS kota Hiroshima, Jepang, pada bulan Agustus 1945.

RS-16B sepanjang 30 meter memiliki jangkauan operasional hingga 13.000 kilometer, yang berarti dapat menjangkau kota mana pun di Amerika jika diluncurkan.

Rudal itu dilengkapi dengan sistem penargetan udara otonom "Meridian", yang memungkinkan rudal itu diluncurkan dan memasuki lintasannya bahkan setelah kemungkinan ledakan nuklir di dekat lokasi peluncuran. Ini secara signifikan meningkatkan kemampuan bertahan ICBM jika terjadi serangan pertama oleh musuh potensial.

2. RS-18B

ICBM ini membawa enam hulu ledak dengan kapasitas masing-masing 750 kiloton, serta berbagai sistem untuk menembus perisai pertahanan rudal musuh. (Baca juga: Memanas, Pakistan Tuduh India Bersiap untuk 'Serangan Bedah' )

Dengan jangkauan operasional hingga 10.000 kilometer, RS-18B mampu menimbulkan kerusakan besar pada musuh potensial, sesuatu yang tentunya mendorong Pentagon untuk melihat rudal ini sebagai salah satu ancaman utama bagi keamanan AS.

Khusus RS-18B yang diperbarui dan masih dalam pelayanan, mampu membawa hulu ledak hipersonik Avangard terbaru.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan surat kabar Rusia Krasnaya Zvezda, komandan Pasukan Rudal Strategis negara itu Sergei Karakayev menyebut sistem rudal ini sebagai sesuatu yang berdiri "di garda depan menciptakan jenis senjata baru, membuka era senjata strategis hipersonik".

3. RS-20B

Rudal tersebut adalah versi modern dari RS-20A, ICBM berbahan bakar cair dua tahap yang berat yang diberi nama sandi oleh NATO sebagai "rudal Setan" dan secara luas dikenal sebagai rudal balistik paling kuat di dunia.

Senjata ini dirancang untuk menghancurkan semua jenis target yang dilindungi oleh sistem pertahanan rudal modern, dan memiliki jangkauan operasional hingga 16.000 kilometer.

Adapun RS-20B, mampu membawa 10 hulu ledak dengan kapasitas masing-masing satu megaton untuk menghancurkan bunker bawah tanah yang diperkuat serta pos komando dan kontrol. Versi modern lebih presisi, andal, dan lebih mudah dibuat.

Angkatan Bersenjata Rusia saat ini dilengkapi dengan versi terbaru dari RS-20B, RS-20V, yang pada gilirannya akan segera diganti dengan ICBM “Sarmat” yang canggih.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved