Stafnya Terobos Titik Pemeriksaan, PBB Minta Maaf pada Ethiopia
Minggu, 13 Desember 2020 - 18:28 WIB
loading...
PBB meminta maaf kepada Ethiopia atas insiden yang dilaporkan secara luas di mana staf PBB melanggar pos pemeriksaan keamanan di wilayah Tigray. Foto/REUTERS
A
A
A
JENEWA - PBB meminta maaf kepada Ethiopia atas insiden yang dilaporkan secara luas di mana staf PBB melanggar pos pemeriksaan keamanan di wilayah Tigray. Akibat memaksa menerobos titik pemeriksaan, staf PBB ditembaki tentara Ethiopia.
Melansir Anadolu Agency pada Minggu (13/12/2020), Koordinator Residen PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Catherine Sozy mengatakan pihaknya meminta maaf atas perilaku staf mereka di Ethiopia tersebut. ( Baca juga: Ethiopia Ungkap Alasan Tembaki dan Tahan Staf PBB di Tigray )
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Darurat untuk Tigray, Redwan Hussein mengatakan, staf PBB ditembak saat menerobos dua pos pemeriksaan dan akan menembus pos ketiga. "Staf PBB telah "memanjakan diri" mereka sendiri dalam semacam petualangan," kata Hussein.
Seperti diketahui, pekan lalu pemerintah Ethiopia mengatakan, pasukannya telah menembaki tim kemanusiaan PBB, setelah tidak berhenti di pos pemeriksaan di wilayah Tigray yang bergolak. Pemerintah Ethiopia bersikeras untuk memimpin dalam mengkoordinasikan pengiriman bantuan.
Insiden itu terjadi menyusul kesepakatan antara PBB dan pemerintah Ethiopia yang mengizinkan akses kemanusiaan ke Tigray. Ribuan orang tewas sejak pertempuran meletus di wilayah itu pada awal November antara separatis dan pasukan pemerintah. PBB memperkirakan hingga 950.000 orang telah mengungsi.
Namun, akses ke wilayah tersebut tetap dibatasi, dan kelompok bantuan kemanusiaan mengatakan mereka tidak diizinkan untuk mengirimkan barang-barang penting seperti makanan dan obat-obatan.( Baca juga: Sambangi Tigray, Staf PBB Ditembaki Pasukan Ethiopia )
Pemerintah Ethiopia telah menjelaskan bahwa mereka ingin mengatur sendiri aliran bantuan kemanusiaan. Hussein mengatakan perjanjian bantuan itu didasarkan pada keyakinan bahwa PBB akan bekerja sama dengan pemerintah Ethiopia, yang pada gilirannya akan mengambil keputusan.
Melansir Anadolu Agency pada Minggu (13/12/2020), Koordinator Residen PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Catherine Sozy mengatakan pihaknya meminta maaf atas perilaku staf mereka di Ethiopia tersebut. ( Baca juga: Ethiopia Ungkap Alasan Tembaki dan Tahan Staf PBB di Tigray )
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Darurat untuk Tigray, Redwan Hussein mengatakan, staf PBB ditembak saat menerobos dua pos pemeriksaan dan akan menembus pos ketiga. "Staf PBB telah "memanjakan diri" mereka sendiri dalam semacam petualangan," kata Hussein.
Seperti diketahui, pekan lalu pemerintah Ethiopia mengatakan, pasukannya telah menembaki tim kemanusiaan PBB, setelah tidak berhenti di pos pemeriksaan di wilayah Tigray yang bergolak. Pemerintah Ethiopia bersikeras untuk memimpin dalam mengkoordinasikan pengiriman bantuan.
Insiden itu terjadi menyusul kesepakatan antara PBB dan pemerintah Ethiopia yang mengizinkan akses kemanusiaan ke Tigray. Ribuan orang tewas sejak pertempuran meletus di wilayah itu pada awal November antara separatis dan pasukan pemerintah. PBB memperkirakan hingga 950.000 orang telah mengungsi.
Namun, akses ke wilayah tersebut tetap dibatasi, dan kelompok bantuan kemanusiaan mengatakan mereka tidak diizinkan untuk mengirimkan barang-barang penting seperti makanan dan obat-obatan.( Baca juga: Sambangi Tigray, Staf PBB Ditembaki Pasukan Ethiopia )
Pemerintah Ethiopia telah menjelaskan bahwa mereka ingin mengatur sendiri aliran bantuan kemanusiaan. Hussein mengatakan perjanjian bantuan itu didasarkan pada keyakinan bahwa PBB akan bekerja sama dengan pemerintah Ethiopia, yang pada gilirannya akan mengambil keputusan.
(esn)
Lihat Juga :