Sambangi Tigray, Staf PBB Ditembaki Pasukan Ethiopia
Rabu, 09 Desember 2020 - 10:24 WIB
loading...
Pasukan Ethiopia menembaki staf PBB di Tigray. Foto/Ilustrasi
A
A
A
ADDIS ABABA - Pemerintah Ethiopia mengatakan pasukannya telah menembaki tim kemanusiaan PBB setelah tidak berhenti di pos pemeriksaan di wilayah Tigray yang bergolak. Pemerintah Ethiopia bersikeras untuk memimpin dalam mengordinasikan pengiriman bantuan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa kemarin mengatakan pihaknya terlibat insiden tingkat tinggi dengan pemerintah Ethiopia, menyusul laporan bahwa tim PBB ditembak dan ditahan sebentar ketika mencoba mengakses kamp pengungsi selama akhir pekan di wilayah Tigray.
Terkait laporan itu, jurubicara satuan tugas pemerintah Ethiopia di Tigray, Redwan Hussein mengatakan bahwa staf PBB "merusak" dua pos pemeriksaan dan berusaha melewati yang ketiga ketika mereka ditembak dan ditahan.
"Dilaporkan tidak ada yang cedera dan para staf telah dibebaskan," tambahnya seperti dikutip dari Deutsche Welle, Rabu (9/12/2020).
Insiden itu terjadi menyusul kesepakatan pekan lalu antara PBB dan pemerintah Ethiopia yang mengizinkan akses kemanusiaan ke Tigray. Ribuan orang tewas sejak pertempuran meletus di wilayah itu pada awal November antara separatis dan pasukan pemerintah. PBB memperkirakan hingga 950.000 orang telah mengungsi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa kemarin mengatakan pihaknya terlibat insiden tingkat tinggi dengan pemerintah Ethiopia, menyusul laporan bahwa tim PBB ditembak dan ditahan sebentar ketika mencoba mengakses kamp pengungsi selama akhir pekan di wilayah Tigray.
Terkait laporan itu, jurubicara satuan tugas pemerintah Ethiopia di Tigray, Redwan Hussein mengatakan bahwa staf PBB "merusak" dua pos pemeriksaan dan berusaha melewati yang ketiga ketika mereka ditembak dan ditahan.
"Dilaporkan tidak ada yang cedera dan para staf telah dibebaskan," tambahnya seperti dikutip dari Deutsche Welle, Rabu (9/12/2020).
Insiden itu terjadi menyusul kesepakatan pekan lalu antara PBB dan pemerintah Ethiopia yang mengizinkan akses kemanusiaan ke Tigray. Ribuan orang tewas sejak pertempuran meletus di wilayah itu pada awal November antara separatis dan pasukan pemerintah. PBB memperkirakan hingga 950.000 orang telah mengungsi.
Lihat Juga :