Palestina Marah atas Normalisasi Israel-Maroko: Itu Dosa....

Jum'at, 11 Desember 2020 - 15:04 WIB
loading...
Palestina Marah atas...
Raja Maroko Mohammed VI. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Pihak Palestina marah dengan keputusan Kerajaan Maroko yang sepakat melakukan normalisasi hubungan dengan Israel pada hari Kamis. Faksi Hamas Palestina yang berkuasa di Gaza menyebut langkah Maroko itu sebagai dosa.

Normalisasi hubungan Maroko dan Israel ditengahi oleh Amerika Serikat (AS). Kesepakatan itu menjadikan Maroko sebagai negara Arab keempat yang mengakhiri permusuhan dengan Israel dalam empat bulan terakhir. (Baca: Putin Unjuk Kekuatan Triad Nuklir Rusia, Isyarat Siap Perang Nuklir )

Sebagai bagian dari perjanjian, Presiden AS Donald Trump setuju untuk mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat, di mana wilayah itu telah terjadi perselisihan teritorial puluhan tahun antara Maroko dengan Front Polisario yang didukung Aljazair, sebuah gerakan yang ingin memisahkan diri dari kerajaan tersebut.

Trump menyegel perjanjian tersebut dalam panggilan telepon pada hari Kamis dengan Raja Maroko Mohammed VI.

Maroko adalah negara keempat sejak Agustus yang mencapai kesepakatan yang bertujuan untuk menormalkan hubungan dengan Israel. Tiga negara yang mengambil langkah serupa sebelumnya adalah Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Sudan.

Publik Palestina telah mengkritik kesepakatan normalisasi itu, dengan mengatakan bahwa negara-negara Arab telah membatalkan tujuan perdamaian dengan meninggalkan permintaan lama agar Israel menyerahkan tanah untuk negara Palestina sebelum dapat menerima pengakuan. (Baca juga: Dimediasi Trump, Maroko-Israel Setuju Normalisasi Hubungan Diplomatik )

Pejabat Palestina bereaksi dengan marah atas pengumuman normalisasi hubungan Maroko-Israel. Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Bassam as-Salhi, mengutuk kesepakatan itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Koordinator Rekonstruksi...
Koordinator Rekonstruksi Gaza Asal Mesir Tewas dalam Serangan Drone di Kawasan Sabra
Ngeri! Jendela Pesawat...
Ngeri! Jendela Pesawat Lepas, Lansia Nyaris Tersedot Keluar saat Penerbangan dari Yunani
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Inggris...
5 Fakta Menarik Inggris Singkirkan Norwegia di Piala Dunia 2026
B50 Bisa Tekan Impor...
B50 Bisa Tekan Impor Solar 310 Ribu Barel per Hari, Transisi hingga September 2026
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
Berita Terkini
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved